Hukum

Aris Budiman Pertanyakan KPK Tak Geledah Kantor Johannes Marliem Terkait e-KTP Hingga Kuda Troya

BTN iklan

Jakarta, LEI – Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Pol Aris Budiman, mengaku heran kenapa lembaganya tidak menggeledah perusahaan Biomorf milik almarhum Johannes Marlim dalam kasus korupsi e-KTP, padahal sudah ada surat perintah penggeledahan.

“Kenapa satu lembaga ini tidak digeledah ada apa? Itu pertanyaan-pertanyaan bagi saya semuanya. Itu jilid satu pertanyaan saya,” ujarnya, Jumat (6/4/2018).

Aris menuturkan, pada saat pertama menjadi pegawai KPK yakni pada 16 September 2015, penanganan kasus korupsi e-KTP sudah berjalan hampir 2 tahun. Menurutnya, gelar perkara yang dilakukan bersama Supardi yang saat ini dilantik menjabat sebagai Direktur Penunutan KPK, selalu tidak berjalan.

“Berulang kali kami gelar itu tidak jalan. Dan setalah kami masukkan penyidik yang dari direkorat penuntutan, pak Pardi (Supardi) meminta ke saya supaya masukkan penyidik dari penuntut. Lalu saya masukkan. Dan semuanya anda liat seperti sekarang ini ada beberapa pertanyaan semuanya,” ujar dia.

Yang pertama, kata Aris, Direktur Penuntutan berbicara kepadanya dengan semua jaksa peneliti, bahwa perkara itu fokus pada pelaksanaan proyek dan jarang masuk ke perencanaan.

“Yang kedua Johannes Marliem tidak pernah diperiksa. Anda bisa cek ucapan saya, bisa akan beresiko hukum bagi saya. Yang ketiga, perusahaan Johannes Marliem yang namanya Biomorf tdak pernah digeledah, padahal sudah dimintakan surat penetapan penggeledahan,” ujarnya.

Tentang penggeledahan, Aris kemudian membandingkan dengan penanganan kasus salah satu pejabat di Mahkamah Agung (MA), penyidik cepat melakukan penggeledahan setelah gelar perkara dilakukan.

“Bandingkan, salah satu pejabat dari Mahkamah Agung digelar selesai jam 6, jam 8 malam langsung digeledah. Karakter seseorang harusnya sama, ada yang namanya kognitif dan afektif,” katanya.

Dia melanjutkan, “Itu linier harusnya kita berperilaku sama. Digeledah, Polri, kantor Polri, kantor hukum digeledah. Kenapa satu lembaga ini tidak digeledah ada apa?” ujarnya.

Namun Aris enggan merinci maksud lebih lanjut, ia meminta awak media untuk mengembangkannya. “Silakan anda kembangkan.” Ia juga mengaku masih sebagai bagian dari KPK. “Saya sampai sekarang masih di KPK,” katanya.

Pada kesempatan itu, Aris juga mengaku menerima surat elektronik (e-mail) dari internal KPK tentang penerimaan pegawai. “Salah satu kasatgas saya minta untuk kembali ke KPK dan dia adalah penyidik yang baik, termasuk penerimaan beliau dan di dalam KPP dikembangkan seolah-olah ini seperti kuda troya ya,” ujarnya.

Aris mengaku telah membalas e-mail tersebut. “Saya balas e-mail itu. Saya katakan, bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang menanfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami