Internasional

Armada China Tantang 3 Kapal Australia di Laut China Selatan

BTN iklan

BEIJING (LEI) – Kapal Angkatan Laut (AL) China dan Australia saling ‘berhadapan’ di Laut China Selatan pada Minggu 15 April. Kementerian Pertahanan China mengakui bahwa armadanya memang mencegat kapal milik Australia di Laut China Selatan dan sudah berlaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kapal milik AL China diklaim menggunakan bahasa profesional untuk berkomunikasi dengan armada Australia. Tindak-tanduk armada China dalam mencegat kapal milik Australia juga dikatakan sudah sesuai hukum, profesional, dan aman.

“Laporan mengenai insiden tersebut di media-media Australia tidak sesuai dengan fakta yang terjadi,” ujar Kementerian Pertahanan China dalam pernyataan singkat, mengutip dari Reuters, Jumat (20/4/2018).

Media-media Australia melaporkan, kapal milik AL China menantang tiga unit armada mereka saat berlayar melewati Laut China Selatan untuk menuju Vietnam. Ketiga kapal tersebut adalah HMAS Anzac, HMAS, Toowoomba, dan HMAS Success.

Seorang pejabat Australia mengaku tindakan yang diambil kapal China memang sopan tetapi cukup tegas. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull enggan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi pada insiden tersebut.

“Apa yang bisa saya katakan kepada Anda adalah Australia menegaskan dan menerapkan hak kebebasan navigasi melewati perairan internasional, termasuk tentu saja Laut China Selatan. Hal tersebut merupakan hak kami sesuai dengan hukum internasional,” ujar Malcolm Turnbull di London, Inggris, dinukil dari The Guardian.

HMAS Toowoomba diketahui berlayar ke Vietnam dari Malaysia. Sementara itu, dua kapal lainnya berlayar lewat Laut China Selatan dari Teluk Subic di Filipina.

Sebagaimana diketahui, China mengklaim seluruh Laut China Selatan sebagai wilayah kedaulatannya berdasarkan nine dashed lines. Negeri Tirai Bambu mendukung klaim tersebut dengan membangun sejumlah pulau artifisial di Laut China Selatan.

Klaim kepemilikan itu tumpang tindih dengan Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan. Meski mengklaim, China memastikan bahwa hak untuk kebebasan navigasi kapal laut serta pesawat terbang tetap dapat dinikmati semua negara. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami