InternasionalTekno

AS Hentikan Bantuan Pengisian Bahan Bakar untuk Pesawat Saudi dalam Konflik Yaman

BTN iklan

WASHINGTON (LEI) – Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi mengakhiri kerja sama pengisian bahan bakar pesawat dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur dengan kelompok Houthi dalam konflik di Yaman. Dengan diakhirinya pengisian bahan bakar itu, menghentikan salah satu aspek keterlibatan AS dalam konflik yang mendorong Yaman ke dalam krisis kelaparan.

Langkah penghentian kerja sama yang diumumkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi pada Sabtu dan telah dikonfirmasi oleh Washington itu terjadi di saat Arab Saudi tengah mendapat sorotan atas kematian warga sipil akibat serangan udaranya di Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Bulan lalu, AS dan Inggris menyerukan gencatan senjata di Yaman untuk mendukung upaya yang dipimpin Washington guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama hampir empat tahun. Konflik di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan memicu krisis kemanusiaan paling mendesak di dunia.

“Baru-baru ini, Kerajaan dan Koalisi meningkatkan kemampuannya untuk secara mandiri melakukan pengisian bahan bakar dalam pesawat di Yaman. Karenanya, dalam konsultasi dengan Amerika Serikat, Koalisi telah meminta penghentian dukungan pengisian bahan bakar penerbangan untuk operasinya di Yaman, ” demikian pernyataan dari koalisi yang dilansir Reuters, Minggu (11/11/2018).

Stasiun televisi Al Arabiya al-Hadath milik Riyadh meyebutkan, Arab Saudi memiliki armada 23 pesawat untuk operasi pengisian bahan bakar, termasuk enam Airbus 330 MRTT yang digunakan untuk konflik di Yaman, sementara Uni Emirat Arab memiliki enam pesawat Airbus.

Selain itu, Riyadh juga memiliki sembilan pesawat Hercules KC-130 yang bisa digunakan.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan pemerintah Washington telah berkonsultasi mengenai keputusan tersebut dan bahwa AS mendukung langkah tersebut sambil terus bekerja dengan Koalisi untuk meminimalkan korban sipil dan memperluas upaya kemanusiaan.

Namun, menurut pejabat AS, penghentian kerja sama itu tidak akan berdampak besar pada konflik yang tengah berlangsung di Yaman. Hanya seperlima dari total pesawat Koalisi yang memerluka pengisian ulang bahan bakar di udara dari AS. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami