Internasional

AS Resmi Potong Rp866 Miliar dari Dana Bantuan Pengungsi Palestina

BTN iklan

WASHINGTON, Lei – Amerika Serikat (AS) resmi memangkas dana bantuan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) senilai USD65 juta (setara Rp866 miliar). Namun, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa pemotongan itu bukan merupakan hukuman bagi Otoritas Palestina.

“Ini bukan bertujuan untuk menghukum siapa pun,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, sebagaimana dilansir dari Russia Today, Rabu (17/1/2018).

Negeri Paman Sam sebelumnya diberitakan berencana membekukan dana bantuan kepada UNRWA sebesar USD125 juta (setara Rp1,6 triliun) pada Jumat 5 Januari. Namun, pengumuman resmi pemotongan tersebut baru dilakukan pada Selasa 16 Januari.

Dana bantuan tahunan itu sedianya diberikan oleh AS kepada UNRWA pada 1 Januari. Akan tetapi, dana diputuskan untuk dibekukan hingga pemerintah AS selesai melakukan peninjauan ulang terhadap Otoritas Palestina.

Melansir dari Reuters, AS sendiri tetap memberikan bantuan sebesar USD60 juta (setara Rp800 miliar) kepada UNRWA. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, pemotongan dilakukan agar UNRWA melakukan reformasi di internal organisasi.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan membekukan dana bantuan kepada UNRWA karena Otoritas Palestina dinilai tidak lagi berkeinginan menggelar perundingan damai dengan Israel. Pria berusia 71 tahun itu menyindir Otoritas Palestina lewat akun Twitter.

“Kami membayar RATUSAN JUTA DOLAR setiap tahun dan tidak mendapatkan apresiasi atau respek. Mereka bahkan tidak lagi ingin menegosiasikan kesepakatan damai dengan Israel. Karena Palestina tidak lagi ingin melanjutkan perundingan damai, mengapa kita harus terus mengeluarkan banyak uang?” kicau Trump.

Pemotongan dana bantuan tersebut disayangkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pria asal Portugal itu mengaku tidak tahu menahu terkait pemotongan, tetapi menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat memprihatinkan karena menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Sementara itu, Komisioner Jenderal UNRWA, Pierre Krahenbuhl mengatakan, pemotongan dana bantuan oleh AS mengancam salah satu upaya pembangunan manusia paling inovatif dan sukses di Timur Tengah.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami