Internasional

AS Sedang Bersiap dan Mungkin Serang Iran Bulan Depan

BTN iklan

CANBERRA (LEI) – Amerika Serikat (AS) kemungkinan tengah bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran dalam waktu dekat di tengah ketegangan dan saling tukar ancaman antara kedua negara. Kantor berita Australia, ABC melaporkan hal ini dan menyatakan bahwa Negeri Kanguru akan membantu AS jika serangan itu dilakukan.

Seorang pejabat senior di Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Malcolm Turnbull yang dikutip ABC meyakini bahwa AS “telah siap” untuk mengebom situs nuklir Iran. Serangan tersebut kemungkinan dapat terjadi paling cepat bulan depan.

Laporan ABC itu diungkap di saat ketegangan antara AS dan Iran tengah mencapai puncaknya. Dalam pertukaran ancaman terakhir antara kedua negara, Iran mengatakan bahwa perang dengan negaranya akan menjadi “ibu dari semua perang”. Pernyataan dari Teheran ini memicu respons dari Presiden AS, Donald Trump yang mengatakan Iran akan menanggung “konsekuensi yang hanya pernah dialami oleh sedikit negara sepanjang sejarah”.

Dilansir RT, Jumat (27/7/2018), ABC juga melaporkan bahwa Australia sebagai anggota aliansi intelijen global yang dikenal sebagai Five Eyes, dilaporkan siap untuk berperan dalam operasi itu dan menyediakan fasilitas pertahanannya untuk mengidentifikasi sasaran di Iran. Bantuan yang sama juga ditawarkan oleh Inggris, sementara dua negara lain dalam aliansi tersebut, Kanada dan Selandia Baru kemungkinan tidak akan berperang dalam aksi militer apa pun terhadap Iran.

Namun, pakar pertahanan ABC menggarisbawahi perbedaan yang jelas antara partisipasi langsung sebuah negara dalam operasi militer dengan memberikan intelijen mengenai fasilitas Iran.

Komandan pasukan elit Iran Pasukan Quds memperingatkan Trump bahwa jika dia melakukan tindakan militer terhadap Iran maka “perang akan menghancurkan semua yang Anda miliki” akan terjadi.

Hubungan AS-Iran telah mengalami penurunan tajam sejak Trump menarik AS keluar dari Perjanjian Program Nuklir (JCPOA) yang disepakati Iran dengan enam kekuatan dunia, termasuk AS pada 2015. AS beralasan, JCPOA adalah perjanjian yang cacat dan menuduh Iran melakukan aktivitas ilegal meski Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menyatakan bahwa Teheran tidak melanggar kesepakatan tersebut. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami