InternasionalLiputan

AS Yakini Bisa Pengaruhi China Soal Sanksi Baru Terhadap Korut

BTN iklan

Markas PBB, New York/Lei  – Amerika Serikat pada Selasa menyatakan bahwa pihaknya yakin dapat mempengaruhi China untuk memberlakukan sanksi PBB baru terhadap Korea Utara menyusul uji coba peluru kendali (rudal) balistik terbaru.

AS juga memperingatkan bahwa Washington juga akan menargetkan dan menghentikan negara-negara yang mendukung Pyongyang.

Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB mengenai peluncuran rudal tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley juga menjelaskan bahwa Washington hanya akan berbicara dengan Korea Utara setelah menghentikan program nuklirnya.

“Kami bersedia untuk berbicara, tapi tidak sampai kami melihat penghentian total proses pengembangan nuklir dan uji coba di sana,” kata Haley.

“Jika Anda adalah negara yang memasok atau mendukung Korea Utara, kami akan menghentikannya, kami akan memastikan bahwa semua orang tahu siapa Anda dan kami akan menargetkan sanksi kepada Anda juga,” Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik pada hari Minggu yang jatuh di laut dekat Rusia, yang oleh para ahli memberikan isyarat kemajuan besar dalam pengembangan rudal balistik antar benua yang dapat menyasar daratan AS.

AS telah membahas kemungkinan sanksi baru PBB dengan China yang merupakan sekutu sekaligus tetangga Pyongyang sejak sebuah uji coba rudal yang gagal sekitar dua minggu yang lalu.

“Saya percaya bahwa China akan tetap setia terhadap hal itu dan kami akan bertemu untuk membahas bagaimana kita akan melakukan itu,” katanya.

“Kami belum melihat apa pun dari mereka dalam sepekan terakhir tapi kami mendorong mereka untuk terus bergerak maju,” pungkas Haley.

Dewan Keamanan PBB pertama kali memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara pada 2006 dan telah memperkuat langkah-langkah tersebut dalam menanggapi lima uji coba nuklirnya dan dua peluncuran roket jarak jauh. Pyongyang mengancam uji coba nuklir keenam.

Secara tradisional, AS dan China telah menegosiasikan sanksi baru sebelum melibatkan anggota dewan yang tersisa. Diplomat PBB mengatakan pembicaraan saat ini masih berada dalam pembahasan kedua negara.

Pemerintahan Trump telah secara agresif menekan Beijing untuk mengendalikan Korea Utara, memperingatkan bahwa semua pilihan telah tersedia jika Pyongyang bersikukuh dengan pengembangan nuklir dan rudalnya.

“Kami telah bekerja dengan baik dengan China. Mereka benar-benar berusaha membantu kita dalam berkomunikasi dengan Korea Utara,” tutur Haley menambahkan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami