Hukum

Aseng Divonis 4 Tahun Penjara

BTN iklan

Jakarta, LEI – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, 4 tahun penjara dan membayar denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Masud di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (31/7/2017), menyatakan terdakwa Aseng terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap 3 anggota Komisi V DPR RI dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara (Malut), Amran HI Mustary.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama,” kata Masud membacakan amar putusan.

Ketiga Anggota Komisi V DPR RI itu yakni Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDI-P sejumlah Rp330 juta yang digunakan untuk keperluan kampanye politikus PDIP di Jawa Tengah.

Kemudian Musa Zainudin dari Fraksi PKB sejumlah Rp4,4 milyar sebagai bagian dari fee 8% atas program dana aspirasi yang diusulkan Musa.

Selanjutnya, Yudi Widiana Adia dari Fraksi PKS sejumlah Rp 11,5 milyar. Aseng memberikan suap itu melalui kolega Yudi di PKS bernama Muhammad Kurniawan. Uang itu merupakan bagian dari komitmen fee untuk proyek tahun 2015 dan 2016

Sedangkan terkait Amran, Aseng mencairkan dana Rp 500 juta. Uang untuk Amran itu merupakan komitmen Rp 2,6 milyar yang akan diberikan. Aseng juga memberikan Rp 2 milyar kepada Amran pada 17 September 2015. Uang itu digunakan untuk memenuhi dana operasional ulang tahun Kementerian PUPR dan Hari Raya Idul Adha.

Aseng menyuap ketiga anggota DPR dan pejabat BPJN Maluku dan Malut agar mereka menempatkan program aspirasinya selaku anggota DPR RI untuk pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Malut.

Adapun uang suap yang diberikan Aseng kepada tiga anggota DPR dan Amran itu berasal dari patungan pengusaha Henokh Setiawan dan Abdul Khoir.

Hakim menilai Aseng terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Adapun hal memberatkan yang menjadi pertimbangan majelis dalam memvonis Aseng yakni karena Aseng yang tidak mendukung pemerintah memberantas korupsi.

Sedangkan hal meringankan yang menjadi pertimbangan majelis, adalah Aseng berlaku sopan selama persidangan, tidak pernah dihukum, dan berpartisipati untuk mengembangkan infrastruktur di daerah.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Aseng itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa meminta hakim memvonis Aseng 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Atas vonis tersebut Aseng mengaku tidak akan mengajukan banding alis menerima vonis. Sementara jaksa penuntut umum KPK menyatakan pikir-pikir selama sepekan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami