Hukum

Asia Paper Diberi Tenggat 45 Hari

BTN iklan

JAKARTA — Masa penundaan kewajiban pembayaran utang PT Asia Paper Mills akhirnya disepakati selama 45 hari, jauh dari harapan perseroan selaku debitur, yang mengajukan perpanjangan waktu 180 hari.

Pasalnya, salah satu kreditur separatis yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menolak mentah-mentah perpanjangan yang diajukan oleh debitur.

Salah satu pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Asia Paper Mills Syahrial Ridho mengatakan pengambilan suara perpanjangan PKPU Tetap berlangsung alot. Hal ini ditambah dengan ketidaksiapan debitur dalam menyajikan proposal perdamaian kepada para kreditur.

Dia menjelaskan, Bank Mandiri selaku pemohon PKPU menyetujui perpanjangan PKPU hanya 14 hari saja. Sementara itu, hakim pengawas mencoba menengahi dengan menawarkan perpanjangan 60 hari. Namun tawaran tersebut tetap ditolak oleh Bank Mandiri.

“Akhirnya tim pengurus menawarkan PKPU Tetap selama 45 hari dan dilanjutkan dengan voting. Hasilnya 100% kreditur setuju,” katanya kepada Bisnis, Senin (27/3).

Dalam kurun waktu tersebut, PT Asia Paper Mills harus mematangkan rencana perdamaiannya.

Direktur PT Asian Paper Mills Andrean Wantah mengatakan waktu perpanjangan tersebut diharapkan cukup untuk menyusun proposal perdamaian, kendati jauh dari permintaan sebelumnya yaitu 180 hari. Lagipula, debitur kini sedang menjalani tahap negosiasi dengan investor yang diakuinya memakan waktu.

“Kami berjanji akan menggunakan waktu perpanjangan sebaik-baiknya untuk menindaklanjuti negosiasi dengan beberapa calon investor,” katanya.

Andrean mengakui calon investor akan merealisasikan pemberian dana untuk modal usaha perusahaan. Kendati tidak menyebut siapa investornya, dia mengklaim proses negosiasi telah dilakukan dengan berbagai pihak.

Dia menjelaskan PT Asia Paper Mills mengalami kesulitan finansial sejak beberapa tahun terakhir. Perusahaan kekurangan dana untuk melanjutkan usaha, sehingga berhenti beroperasi pada Juni 2016.

Debitur terbukti memiliki utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku pemohon PKPU senilai Rp387,44 miliar. Hal ini sesuai dengan putusan PKPU majelis hakim pada perkara No.11/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meminta PT Asia Paper Mills konsisten dengan perpanjangan waktu yang diberikan.

 

Kuasa hukum Bank Mandiri Tommi S. Siregar mengatakan pihaknya menolak perpanjangan 180 hari lantaran debitur tidak kunjung menyiapkan proposal perdamaian untuk diberikan kepada direksi Bank Mandiri. Dia menginginkan debitur segera menyerahkan rencana perdamaian agar dapat mempelajari dulu isi yang tertuang dalam proposal.

“Karena kami dari pihak perbankan membutuhkan waktu untuk mempelajari proposal terlebih dahulu,” tuturnya.

Tim pengurus mencatat jumlah kreditur yang mendaftar hingga saat ini berjumlah 56 dengan total tagihan Rp528 miliar. Jumlah kreditur mengalami penambahan dari sebelumnya hanya 50 kreditur. Adapun enam kreditur baru memiliki tagihan senilai Rp40 miliar.

Dalam proses PKPU, pengurus menilai debitur memiliki itikad baik dalam merestrukturisasi utangnya kepada kreditur. Debitur menunjukkan keseriusannya.

Kendati begitu, pengurus menghimbau kepada debitur untuk tidak mengalihkan barang-barang yang ada di pabrik. Pabrik tersebut merupakan aset yang hanya dimiliki oleh debitur.

Tim pengurus akan melakukan kunjungan ke pabrik untuk melihat kondisi fisik aset pada minggu depan.

Seperti diketahui, PT Asia Paper Mills  berlokasi di Periuk Jaya, Tangerang, Banten. (Bisnis.com)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami