Olahraga

Asisten Pelatih Timnas Jepang Di Piala Dunia Turun Gunung Ke Asian Games 2018

BTN iklan

TOKYO, (LEI) – Dua puluh tahun setelah Philippe Troussier didatangkan untuk membuat bluprint masa depan sepak bola Jepang, kini pelatih lokal Hajime Moriyasu memegang penuh kekuasaan mengendalikan Timnas Jepang. Target utamanya Negeri Sakura juara Piala Dunia edisi 2050. Jalan panjang menuju ke titik itu dimulai dengan menguasai percaturan persaingan elite Asia.

Seperti halnya Troussier, Moriyasu  dapat mandat memimpin timnas olimpiade dan level senior. Harapannya sang nakhoda bisa menyinergikan sistem pembinaan berjenjang yang membawa dampak buat Timnas Jepang saat berlaga di Piala Dunia.

Hajime Moriyasu yang mendampingi Akira Nishino baru saja membuat sejarah dengan mengantar Jepang lolos ke perempat final Piala Dunia 2018. Mereka hanya kalah adu penalti melawan Belgia.

Ada perbedaan antara cara pengelolaan timnas antara Troussier dengan Moriyasu. Troussier tiba di Jepang dengan dukungan dari Arsene Wenger.

Dikenal sebagai ‘The White Witch Doctor‘ setelah sukses bersama Pantai Gading ia mendarat di Tokyo dengan reputasi sebagai bombastis, namun memiliki sedikit pengetahuan tentang permainan, negara, atau budaya Jepang.

Moriyasu, sebaliknya. Ia adalah karakter yang bersahaja, tidak pernah memicu kontroversi sepanjang menangani klub atau timnas.

Namun, tugas yang telah diberikan kepadanya mirip dengan yang diambil oleh Troussier: untuk mengawasi pergeseran generasi dan membangun menuju Piala Dunia berikutnya dengan menggunakan skuad Olimpiade sebagai landasan untuk periode baru kesuksesan sepak bola Jepang.

Piala Dunia Rusia menandai berakhirnya era pemain-pemain beken layaknya Makoto Hasebe dan bintang Keisuke Honda. Jepang butuh ikon baru agar bisa bicara banyak di World Cup 2022 Qatar.  di antara mereka yang menghabiskan waktu di karir mereka.

Itu membuat Moriyasu dengan tugas mencari campuran baru untuk tim nasional di sepanjang jalan menuju Qatar 2022.

“Dan sementara saya bertanggung jawab atas tim nasional penuh dan tim Olimpiade, kami perlu mulai menjembatani kesenjangan antara tim Olimpiade dan kelompok usia di bawah mereka. Kami harus bisa menggabungkan satu generasi dengan generasi berikutnya,” tutur Hajime Moriyasu seperti dilansir Reuters.

Sebagian besar fokus awal Moriyasu akan mempersiapkan Olimpiade Tokyo pada 2020. Uji coba Timnas Jepang Junior adalah pentas Asian Games 2018.

Para pemain yang berlaga di Jakarta akan jadi fondasi Timnas Jepang senior yang akan berlaga di Piala Asia yang dihelar Januari 2018 mendatang.

Sosok Rendah Hati

Rekam jejak pemain berusia 49 tahun itu sebagai pemain dan pelatih menunjukkan bahwa, terlepas dari pendekatannya yang membumi, ia memiliki visi untuk meraih sebuah kesuksesan.

Mantan gelandang Timnas Jepang itu yang menghabiskan sebagian besar karier klubnya bersama Sanfrecce Hiroshima. Moriyasu adalah bagian dari skuad Jepang yang memenangkan gelar Piala Asia pertama kalinya pada edisi 1992.

Ia didapuk sebagai pelatih kepala Sanfrecce pada tahun 2012 dan memenangkan gelar liga back-to-back dalam dua musim pertamanya yang diikuti oleh mahkota domestik ketiga pada tahun 2015.

Kejayaannya bareng Pasukan Hiroshima berakhir pada pertengahan tahun 2017 ketika ditunjuk pelatih Timnas Jepang U-23 pada bulan Oktober sebelum diikuti perluasan peran menangani timnas senior negaranya.

Situasi ini mirip dengan situasi yang dihadapi Troussier yang membawa Jepang lolos ke final Piala Dunia U-20 1999, perempat final Olimpiade 2000 dan memenangkan Piala Asia di level senior. Ia memimpin Timnas Jepang di Piala Dunia 2002 yang dihelat di Jepang-Korea.

Kepemilikan orang Perancis itu membantu meletakkan fondasi untuk sukses berkelanjutan dan sekarang Moriyasu diharapkan bisa lebih sukses dibanding Troussier, karena ia lebih memahami filosofi sepak bola Jepang. Tangan dinginnya akan bisa disaksikan publik sepak bola nasional di Asian Games 2018 nanti.

[Reuters]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − five =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami