Hukum

ASN Pengadilan Negeri Surabaya Positif Covid-19 karena Kurang Disiplinnya Penerapan Protokol Kesehatan dan e-Court

BTN iklan

SURABAYA, (LEI) – Sejak kemarin (15/6) Pengadilan Negara (PN) Surabaya tutup sementara selama dua pekan setelah ada seorang hakim dan seorang juru sita wafat mendadak.

Hakim di PN Surabaya yakni EAS meninggal mendadak. Ia wafat usai sempat mengalami gagal nafas dan kejang, pada Jumat (12/6). Namun belum diketahui apa penyebab pasti meninggalnya EAS.

Sehari sebelumnya, PN Surabaya juga berduka atas kematian seorang juru sita berinisial S. Penyebab kematian S juga belum diketahui secara pasti.

Hal ini disampaikan oleh asisten Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Hukum dan Ketua Peradin, Firman Wijaya, “Saya rasa tragedi Peradilan Surabaya itu menjadi perhatian, karena menunjukkan disiplin dan penerapan protokol Covid-19 yang lemah dan bermasalah. Kerna sebenarnya sistem peradilan kita sudah memberi ganti layanan peradilan yang berbasis elektronik.”

Perlu diketahui, MA sudah meluncurkan sistem e-Court beberapa tahun yang lalu, namun nampaknya masih kurang dimanfaatkan oleh para penegak hukum Indonesia.

“E-Ciurt, atau electronic court itu adalah sistem yang sudah modern. Tapi nyatanya masih ada PN Surabaya atau yang lain masih berjalan, ini tidak menunjukkan ada sistem yang berjalan dengan terintegrasi, terkoordinasi, terkonsolidasi.”

Firman berharap agar para Penegak Hukum disiplin menjalankan protokol kesehatan dan lebih peka di tengah pandemi Covid-19 agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami