ASPEK: TIDAK ADA PELANGGARAN DALAM AKSI BURUH – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

ASPEK: TIDAK ADA PELANGGARAN DALAM AKSI BURUH

legal era indonesia
Bagikan ke:

Jakarta, – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat mengatakan tidak ada satu pun pelanggaran pidana yang dilakukan buruh dalam aksi damai menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan pada 30 Oktober 2015.
“Kami dibubarkan oleh aparat, kami pun bubar. Tidak ada satu batu kerikil pun yang dilemparkan oleh buruh ke aparat,” kata Mirah Sumirat melalui siaran pers dari Aspek Indonesia diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Mirah, yang terjadi justru sebaliknya. Sebanyak 26 aktivis buruh ditangkap dan dipukuli oleh aparat. Mobil-mobil komando milik massa buruh juga dirusak.

“Karena itu, proses peradilan terhadap 26 aktivis buruh itu harus dihentikan karena mereka sama sekali tidak melakukan perlawanan saat dibubarkan dalam aksi damai tersebut, apalagi melakukan tindak pidana,” tuturnya.

Mirah mengatakan menyampaikan pendapat di muka umum adalah salah satu bentuk demokrasi. Karena itu, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh para aktivis buruh.

“Ketika demokrasi sudah dibungkam, apa jadinya negeri demokrasi ini?” tanyanya.

Sebanyak 23 orang aktivis serikat pekerja, dua orang pengacara LBH Jakarta dan satu orang mahasiswa menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah ditangkap aparat yang membubarkan aksi buruh di depan Istana Negara pada 30 Oktober 2015.
Aparat menilai aksi damai yang dilakukan buruh saat itu melewati batas waktu yang diizinkan, yaitu hanya hingga pukul 18.00 WIB.

Sebagai bentuk dukungan kepada 26 aktivis buruh yang menjadi terdakwa, Aspek Indonesia bersama ribuan elemen buruh lainnya melakukan aksi solidaritas dan pengawalan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/4). (Ant)/dew

Copyright © 2010 ANTARA, Kantor Berita Indonesia.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top