Hukum

Astra Honda Motor Tolak Bukti KPPU

BTN iklan

JAKARTA — PT Astra Honda Motor menampik bukti yang dibeberkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha terkait dugaan kartel sepeda motor jenis skuter matik 110cc-125cc.

Perusahaan yang telah ditetapkan sebagai terlapor II ini akan mengajukan bantahan dan menyatakan keberatan terhadap tuduhan KPPU pada persidangan kedua yang beragendakan pembacaaan tanggapan terlapor.

Astra Honda Motor (AHM)  memang mangkir dalam sidang pertama dengan agenda penyampaian laporan dugaan pelanggaran (LDP). Tidak hadirnya wakil dari AHM disebabkan mendadaknya panggilan dari KPPU.

Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya mengatakan ketidakhadiran AHM dalam sidang pertama bukannya tanpa alasan. Dia menilai surat panggilan KPPU sangat mendadak yaitu sehari sebelum sidang.

Oleh karena itu pihaknya mengaku belum menunjuk kuasa hukum manapun. Kendati begitu, AHM menjanjikan akan memenuhi panggilan sidang kedua.

“Kami pasti datang pada sidang kedua. Kami menyatakan menolak seluruh tuduhan dan bukti yang diklaim dimiliki oleh KPPU,”

Pihaknya menolak dilibatkan dalam surat elektronik atau email internal PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Email antara Presiden Direktur Yamaha dengan stafnya bukan merupakan urusan dari Astra Honda Motor.

Pihaknya keberatan disangkutpautkan dengan masalah internal perusahaan lain. Menurutnya, dalam email tersebut tidak terdapat satupun pernyataan yang keluar dari AHM terkait dengan penentuan harga skuter matik.

Email tersebut tidak dapat dijadikan bukti untuk menjerat AHM. Kami sudah siapkan kuasa hukum untuk kasus ini,” terangnya.

Ketua investigator kasus kartel sepeda motor Frans Adiatma mengatakan analisis dugaan sementara yaitu kedua terlapor diduga melakukan perjanjian menaikkan harga skuter matik 110 cc-125 cc.

EMAIL INTERNAL

Perjanjian tersebut, lanjut dia, terungkap pada bukti email internal dari Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Yoichiro Kojima kepada Vice President dan tim marketing Yamaha pada Januari 2014.

Email tersebut memerintahkan tim penjualan untuk menyesuaikan kenaikan harga jual Yamaha dengan Honda. Selanjutnya, Presdir Yamaha akan melaporkan penyesuaian tersebut kepada Presdir PT Astra Honda Motor.

“Dari bukti email ini, maka ada unsur perjanjian antara dua petinggi produsen sepeda motor tersebut. Mereka saling mengikuti satu sama lain,” ujarnya.

Frans mengatakan kedua bos besar dua perusahaan itu telah menggelar pertemuan di lapangan golf. Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan email Presdir Yamaha kepada bawahannya. Presdir Yamaha juga menyebut akan meneruskan hasil penyesuaian harga Yamaha kepada Presdir Astra Honda Motor.

Dampak penetapan harga tersebut, tuturnya, mengakibatkan keuntungan berlipat yang dinikmati kedua terlapor. Indikatornya yaitu kenaikan laba dan pangsa pasar.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menjelaskan lembaganya melakukan investigasi sepeda motor lantaran pasarnya sangat terkonsentrasi dan dikuasai oleh dua pemain besar.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close