Hukum

Aturan STNK Kendaraan Listrik Masih Tanda Tanya

BTN iklan

JAKARTA, (LEI/Kompas) – Pergerakan industri kendaraan bermotor dengan tenaga alternatif, seperti listrik di Indonesia semakin cepat. Sudah banyak yang menawarkan sepeda motor listrik, mulai importir umum, hingga agen pemegang merek (APM).stnk kendaraan listrik
Salah satunya, Garansindo Technologies yang meluncurkan motor listrik bernama Zero langsung dari Amerika Serikat (AS). Namun, ada satu masalah yang sampai sekarang belum terpecahkan, yakni mengenai aturan resmi mencakup surat seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK), hingga ketentuan pajak.

Sebab, besaran pajak untuk motor listrik belum bisa ditentukan mengingat tidak ada aturan yang menjelaskan diambil dari besaran kubikasi mesin atau daya dari motor listrik.

Menurut AKBP Iwan Saktiadi, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya masih mengkaji. Sehingga, belum bisa diketahui kapan regulasinya dikeluarkan.

“Kita terus berkoordinasi mengenai masalah itu, ke depannya agar segera dikeluarkan peraturannya,” kata Iwan saat dihubungi Otomania.com, Selasa (14/3/2017).

Iwan menambahkan, ada atau tidak adanya STNK pada motor listrik bukan berdasarkan kecepatan. Namun, ke depan bisa jadi mengacu kepada daya dari baterai atau mesin listriknya itu sendiri.

“Kami belum bisa memberikan bocoran seperti apa peraturannya itu. Kita tunggu bersama-sama saja, semoga cepat dikeluarkan,” ucap dia.
Dihubungi terpisah, Managing Director Garansindo Technologies Dhani M Yahya, mengaku sudah mendapatkan izin mengenai surat untuk motor listriknya, yakni Zero. Bahkan, konsumen Zero telah mendapatkan STNK.
“Jadi di STNK itu dihitungnya bukan dari kubikasi mesin, melainkan dari tenaga yang dihasilkan oleh motor listrik itu,” kata Dhani.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami