EkonomiFinansial

Aturan Tarif Taksi Online Bisa Picu Inflasi April

BTN iklan

Jakarta/Lei Pemerintah baru saja menetapkan tarif batas atas dan batas bawah bagi taksi berbasis aplikasi online agar terciptanya kesetaraan dalam berbisnis dengan taksi konvensional. Hal ini berarti tarif taksi online bakal lebih tinggi dari pada yang ada saat ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suharyanto, mengaku hal tersebut bisa saja menjadi salah satu pendorong inflasi di bulan April, mengingat aturan tersebut mulai berlaku sejak 1 April 2017.

“Mungkin akan berpengaruh ya. Karena mungkin harganya akan lebih tinggi, tetapi lebih adil. Tapi seberapa pengaruhnya, belum bisa kita lihat. Ini akan tercermin di kelompok transportasi,” katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Kelompok transportasi sendiri, bersamaan dengan komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Maret ini mengalami deflasi sebesar 0,13%, seiring dengan menurunnya tarif pulsa ponsel dan tarif angkutan udara.

“Kalau nanti ternyata ada kenaikan (tarif taksi online), itu akan tertangkap di bulan April. Kemungkinan iya (ada dampaknya) tapi nanti kita lihat bulan April ya,” sambungnya.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 sebagai revisi dari Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dalam aturan tersebut, pemberlakuan penetapan tarif batas atas dan batas bawah, kuota, pengenaan pajak, dan penggunaan nama pada STNK akan diberlakukan masa transisi selama 3 bulan.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close