Hukum

Atut Akui Stafnya Terima Rp 3,8 Milyar

BTN iklan

Jakarta, LEI – Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, mengakui bahwa stafnya bernama Siti Halimah menerima uang sejumlah Rp 3,8 milyar dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten.

Atut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (31/5), mengatakan, baru mengetahui adanya penerimaan uang sejumlah itu dalam persidangan dan rekonstruksi.

Siti menerima uang sejumlah Rp 3,8 milyar itu dari seorang dokter bernama Jana Sunawati yang menurut Atut tidak terlibat dalam proyek alat kesehatan di Dinkes Banten. Selain itu, Atut mengaku hanya sering memeriksakan kesehatannya dan meminta obat kepada dokter Jana.

“Saya tidak tahu sama sekali tuga fungsi yang bersangkutan itu,” katanya. Atut juga mengaku sudah mengembalikan uang sejumlah Rp 3,8 milyar tersebut secara bertahap kepada KPK.

Dalam surat dakwaan, jaksa penuntut umum KPK menyebut Jana merupakan Kepala Dinas Kesehatan Banten yang ditunjuk menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Panitia Pengadaan Sarana dan Prasarana RS Rujukan Provinsi Banten tahun anggaran 2012.

Setelah ditunjuk, Jana menyusun spesifikasi teknis dan harga yang materinya dari Yuni Astuti selaku pemilik PT Java Medica. Yuni adalah orang kepercayaan Tugabus Chaeri Wardana, adik kandung Atut yang disebut mengatur tender proyek di Banten dan memecah pekerjaan menjadi 10 paket.

Wawan membagikan uang kepada sejumlah pihak, di antaranya Atut melalui Yuni. Menurut jaksa, dalam kasus ini Wawan diperkaya sejumlah Rp 50 milyar dan Atut menikmati Rp 3,8 milyar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami