Internasional

Australia Bersedia Pulangkan Pembunuh Model Mongolia yang Dihubungkan dengan Najib Razak

BTN iklan

PETALING JAYA (LEI) – Surat kabar Inggris melaporkan bahwa pihak berwenang Australia telah menyetujui permintaan Malaysia untuk mengekstradisi Sirul Azhar Umar, terdakwa pembunuhan yang dikaitkan dengan skandal korupsi kapal selam pemerintahan Najib Razak. Sirul diperkirakan akan kembali ke negara asalnya dalam waktu sebulan.

Mengutip keterangan beberapa sumber, The Guardian melaporkan bahwa mantan polisi yang didakwa atas pembunuhan model Mongolia Altantuya Shariibuu itu akan meninggalkan Australia setelah Malaysia setuju untuk menutup sejumlah biaya terkait kepulangannya.

Australia sebelumnya menolak mengekstradisi Sirul karena berlawanan dengan hukum Negeri Kanguru yang tidak mengirim pulang orang yang menghadapi hukuman mati di negara asalnya. Namun, laporan tersebut mengatakan otoritas Malaysia telah meyakinkan Australia bahwa Sirul akan menerima perlakuan yang adil ketika dia kembali.

Diwartakan The Star, Jumat (8/6/2018), Sirul telah menyatakan ketidaksenangannya atas proses pengadilan yang berlangsung terhadap dirinya dan menambahkan bahwa selama persidangan, dia hanya mengikuti instruksi dari pengacaranya.

Dia mengklaim bahwa selama persidangan, “saksi utama” dalam kasus itu tidak dipanggil sehingga dia berharap kasusnya dapat didengar dan disidangkan sekali lagi.

Altantuyaa Shariibuu

Pada tahun 2013, Pengadilan Banding membatalkan putusan terhadap Sirul dan komplotannya, Azilah Hadrim. Namun, setelah jaksa mengajukan banding, keduanya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Federal.

Sirul kemudian melarikan diri ke Australia di mana dia ditahan oleh Imigrasi Australia setelah Interpol mengeluarkan pemberitahuan merah (red notice) kepadanya.

Altantuya Shariibuu diyakini ditembak mati sebelum tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak di hutan dekat Dam Subang di Puncak Alam, Shah Alam, pada 2006. Kematiannya diduga berkaitan dengan skandal korupsi kapal selam yang dituduhkan pada pemerintahan perdana menteri sebelumnya, Najib Razak.

Menyusul kekalahan Najib Razak dari Mahathir Mohamad dalam pemilihan umum Malaysia bulan lalu, muncul permintaan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Mongolia Khaltmaagiin Battulga untuk melanjutkan kasus pembunuhan Altantuya dan menjatuhkan hukuman pada pelaku yang bertanggungjawab. Terkait hal itu, pemimpin berpengaruh Malaysia, Anwar Ibrahim meminta SIrul untuk dipulangkan ke Malaysia untuk menjalani pengadilan baru. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close