Hukum

Bagir Manan: “Sebaiknya Calon Hakim Agung Tidak Melamar”

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Prof. Bagir Manan melemparkan wacana bahwa seorang Hakim Agung sebaiknya tidak usah melamar, melainkan ditunjuk oleh Mahkamah Agung, karena jabatan Hakim Agung itu Mulia. Hakim agung adalah diminta. Bisakah dipikir ulang sistem melamar dipikirkan ulang, demikian, ungkap Bagir Manan dalam diskusi kelompok tentang berbagi tanggung jawab antara Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) yang diadakan di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

Dalam diskusi ini Dr. H. Suhadi Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) memunculkan adanya tiga persoalan yang ada dalam isu berbagi tanggung jawab antara Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Pertama adalah masalah usia pensiun. Kedua adalah “kocok ulang” Hakim Agung setiap lima tahun dan ketiga adalah pembagian wewenang antara MA da KY.

Prof. Eman mengatakan bahwa sebenarnya evaluasi terhadap Hakim Agung dalam bukan berarti Komisi Yudisial memunyai posisi lebih tinggi dari Mahkamah Agung. Prof Eman melanjutkan bahwa banyak para hakim yang bertahun-tahun bertugas di daerah terpencil, sehngga mengalami kebosanan dan banyak mengungkapkan keluhan karea tidak mempunyai jalur di MA , bahkan MA sendiri melakukan penelitian ini .

“Mahkota Hakim adalah indepedensi. Hal yang ditakuti adalah Politisasi dan Birokratisasi hal ini tidak bisa dihindari”, demikian Prof. Dr. Bagir Manan, kecemasan ini juga akan muncul ketika para hakim mendapat evaluasi periodik yang dapat mengurangi kepercayaan diri mereka (Rosa Widyawan)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami