Liputan

Bali semakin terpuruk di Bulan Desember

BTN iklan

LEI, Jakarta- Kota Bali salah satu kota yang tergantung pada turis Manca Negara untuk menopang hidupnya, dimasa Pandemi ini salah satu kota yang sangat terpukul diakrenakan tidak adanya perputaran uang dan tranksaksi Jual beli di Propinsi Bali terutama.

Bank sentral melaporkan pertumbukan negatif terjadi di Bali, pada bulan September pertumbuhan kurang dari 11 persen. Disisi lain, tingkat pengangguran naik 5,6 persen pada bulan Agustus dengan 105 ribu masyarakat kehilangan pekerjaan.

Sedangkan menurut Organisasi Ketenagakerjaan Nasional jumlah pengangguran di Indonesia dapat meningkat lebih banyak.

“Kami melihat banyak orang yang lapar dan belum makan selama beberapa hari tanpa dana untuk membeli makanan, ada ribuan,” kata Sarah Chapman dari Yayasan Solemen Indonesia.
Yayasan Solemen Indonesia adalah sebuah badan amal yang bergerak membantu memberi makan para lansia dan masyarakat penyandang disabilitas di Bali.

Sebelumnya, masyarakat penyandang disabilitas tersebut dibantu oleh kerabat yang bekerja di dibang pariwisata Pulau Bali.

Hal selaras juga disampaikan oleh rekan Sarah, ia mengatakan bahwa kondisi semakin buruk saat pandemi Covid-19.

“Malnutrisi kronis dan akut yang menyebabkan banyak masalah lain telah menjadi masalah selama ini. Kami merawat 2.400 orang sebelum pandemi. Tapi itu menjadi jauh lebih buruk terlihat jelas di seluruh Bali.” Ucap Robert Epstone.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Karangasem, yang berlokasi di Timur Pulau Bali.

Pasalnya Kabupaten Karangasem mengalami kekeringan abadi, selain itu Karangasem bukan merupakan daerah yang sering dikunjungi wisatawan.Banyak desa tidak memiliki jalan raya, tidak ada listrik, tidak ada telepon atau jaringan internet.

Penduduk desa bertahan hidup dengan tanaman apa pun yang dapat mereka tanam di atas tanah yang gersang.

Serta uang dikirim oleh anggota keluarga yang pindah ke daerah perkotaan untuk mendapatkan pekerjaan.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami