BTN iklan
LifestyleLiputanNasional

Bambang Ajak Mahasiswa Cari Solusi Persoalan Bangsa

YOGYAKARTA, 15/3 (LEI) – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak mahasiswa Muhammadiyah serta pemuda dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk dapat berperan dan berkontribusi mencari solusi mengatasi persoalan bangsa.

“Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin berat. Karena itu, mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang, hendaknya dapat berkontribusi dalam mencari solusi mengatasi persoalan bangsa,” kata Bambang Soesatyo saat menyampaikan pidato pada kegiatan Puncak Milad ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu malam.

Dia mengatakan beberapa persoalan yang menjadi tantangan bangsa Indonesia saat ini antara lain, isu upaya penggantian ideologi, isu suku, agama, rasa, dan antargolongan (SARA), isu lesbian, guy biseksual, dan transgender (LGBT), serta upaya penyelundupan narkoba.

Menurut dia, mengatasi persoalan bangsa, harus mengutamakan cara dialog dan musyawarah.

Cara-cara kekerasan seperti demonstrasi yang membabi-buta dan aksi anarkistis, kata dia, tidak boleh lagi dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

“Konstitusi memang menjamin kebebasan berpendapat, tapi penyelesaian itu lebih baik dengan cara damai dan bertanggung jawab. Kalau tidak bisa diselesaikan dengan cara damai, biarkan hukum yang akan memprosesnya,” katanya.

Menurut Bambang, soal isu upaya penggantian ideologi Pancasila menjadi ideologi yang lainnya, sangat sulit dilakukan.

Ideologi Pancasila, kata dia, adalah bentuk ideal dan sudah final bagi bangsa Indonesia, karena itu Pancasila harus dipertahankan meskioun harus mengorbankan jiwa dan raga.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan terjadinya polarisasi dan fragmentasi di masyarakat sebagai dampak dari pertarungan dalam pilkada.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan munculnya politik identitas dengan menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di pilkada bisa mengancam keutuhan bangsa.

“Pembangunan tidak boleh dibebani oleh masalah-masalah politik serta isu SARA yang tidak produktif, apalagi, sampai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dia menegaskan politik zaman sekarang harus jauh dari isu SARA yang akan memecah belah persatuan bangsa.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI, ini juga mengajak semua pihak untuk berjuang bersama mengatasi kesenjangan sosial yang masih terjadi di masyarakat.

Dia mengatakan pemerintah memang sudah bekerja keras menurunkan angka rasio ginie dari 0,41 menjadi 0,38.

“Meskipun masih ada penduduk miskin sekitar 27 juta jiwa, hendaknya seluruh elemen bangsa sama-sama membantu mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dia meminta IMM dan mahasiswa menjadi tenda besar bagi kemajemukan kaum muda Indonesia.

Menurutnya, IMM harus dapat menjadi pionir terdepan bagi generasi muda untuk merangkul semua kelompok, golongan, etnis dan agama.

“IMM juga harus mampu membangun kehidupan berbangsa dan benegara yang sejuk dan damai,” katanya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close