Nasional

Bandara Internasional Lombok Kembali Beroperasi Pagi Tadi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Bandara Internasional Lombok dibuka lagi mulai hari ini setelah ditutup pada hari Minggu (26/11/2017), pukul 17.55 WITA akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali.

“Berdasarkan laporan dari Bandara Lombok Praya, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di seputar bandara. Untuk itu, Bandara Internasional Lombok dinyatakan dibuka kembali,” kata Agoes Soebagio, Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) dalam keterangan tertulis, Senin (27/11/2017).

Bandara Internasional Lombok kembali beroperasi normal mulai pukul 06.00 WITA (22.00 UTC). Untuk informasi lanjutan, Ditjen Perhubungan Udara akan selalu memberikan dan menyebarkan informasi aktual kepada masyarakat lewat semua saluran informasi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Masyarakat juga bisa mencari dan memberikan informasi terkait dampak letusan Gunung Agung di daerahnya di media sosial Ditjen Hubud @djpu151 dan website BMKG,” imbaunya.

Sedangkan untuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, ditutup sementara. Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutuskan menutup sementara mulai pukul 07.00 WITA, Senin, 27 November 2017 sampai dengan 18 jam ke depan dengan evaluasi per 6 jam oleh airport community.

“Informasi terkait penutupan Bandara Ngurah Rai tersebut telah disebarkan melalui NOTAM No A4242/17,” kata Agoes.

Penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi tentang perkembangan dampak erupsi Gunung Agung. Rapat dihadiri semua stakeholder Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 06.00 WITA hari ini di ruang rapat EOC bandara yang dipimpin Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV.

“Sebelum rapat dimulai dilakukan observasi ke sisi udara Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memastikan hasil paper test,” katanya.

Dalam rapat koordinasi itu disampaikan oleh BMKG terkait data dari VAAC Darwin beserta prediksinya yang secara ploting area telah menutupi airspace sekitar bandara. Arah sebaran debu vulkanik ke arah selatan dan tenggara.

Berdasar data paper test yang disampaikan pihak operator Air Asia terdeteksi bahwa sebaran abu vulkanik telah sampai area Bandara I Gusti Ngurah Rai (VA Positive).

Dari penjelasan pihak Airnav Indonesia Cabang Denpasar bahwa ploting area jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara telah tertutup oleh sebaran VA.

“Berdasar laporan terakhir yang kami dapat dari Direktorat Navigasi Penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah terdampak dan berada dalam area vulcano ash dari Gunung Agung. Untuk itu Ditjen Perhubungan Udara memutuskan untuk menutup Bandara Ngurah Rai dengan alasan keselamatan penerbangan,” ujar Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Pramintohadi Sukarno.

Terkait penutupan bandara tersebut, segenap penyelenggara penerbangan di Bandara Ngurah Rai harus mematuhinya dan tidak melakukan penerbangan hingga mendapat izin keselamatan dari otoritas yang berwenang.

Selain itu, semua penyelenggara penerbangan baik itu maskapai penerbangan maupun pengelola bandara harus bekerja sama bahu-membahu untuk tetap memberikan pelayanan kepada penumpang.

“Penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dengan moda lain maupun penumpang yang ingin bertahan di bandara harus diperhatikan kenyamanannya dan diberikan pelayanan yang baik sesuai aturan yang berlaku,” ujar Pramintohadi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami