Ekonomi

Bangkalan Akan Segera Revitalisasi Pelabuhan

BTN iklan

Surabaya, Lei 17/4 – Pemerintah Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura, Jawa Timur, berencana merevitalisasi Pelabuhan Kamal Timur untuk menjadi pusat kuliner dan pasar malam demi meningkatkan minat dan kunjungan pariwisata.

“Walau pelabuhannya saat ini cukup terbengkalai, lokasinya masih strategis untuk menjadi tujuan wisata,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bangkalan Lily Setyawati saat ditemui Antara di Surabaya, Jumat.

Lily yang ditemui saat acara Travel Expo Majapahit Travel Fair 2017 itu mengatakan bahwa Pelabuhan Kamal Timur berpotensi menjadi kawasan wisata bahari.

“Pengenalan rencana revitalisasi Pelabuhan Kamal Timur telah diluncurkan sekitar 2 minggu lalu,” kata Camat Kamal Ahmad Ahadiyan Hamid yang turut mendampingi Kadisbudpar Bangkalan.

Meski demikian, menurut Ahadiyan, rencana perbaikan dan alih fungsi Pelabuhan Kamal Timur masih terkendala persoalan biaya.

“Rencananya kami akan berkunjung ke Kementerian Pariwisata untuk meminta petunjuk dan melakukan sejumlah studi banding,” kata Ahadiyan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) Jawa Timur Agus Rejeki menambahkan bahwa Kabupaten Bangkalan telah ditetapkan sebagai destinasi terakhir rangkaian acara Majapahit Travel Fair (MTF) 2017 yang melibatkan peserta dari sekitar 20 negara, di antaranya Prancis, Italia, Arab Saudi, Singapura, dan Cina.

“Semua rangkaian acara MTF tahun ini akan berakhir di Kabupaten Bangkalan. Peserta akan mengikuti acara jamuan makan malam bersama bupati dan jajarannya. Nanti Bupati Bangkalan juga akan mengumumkan sejumlah destinasi wisata baru,” kata Agus.

Menurut pegiat wisata itu, selama ini Bangkalan hanya dianggap sebagai tujuan wisata singgah. Akan tetapi, setelah acara MTF 2017, pihaknya berharap kabupaten itu dapat menjadi destinasi utama.

Majapahit Travel Fair adalah pameran wisata internasional yang rutin diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur demi mempertemukan para pelaku usaha terkait.

Pada tahun ini, MTF yang turut didukung oleh Kementerian Pariwisata dan bermitra dengan ASITA mengambil tema “Berpetualang di Bromo dan Sumenep” serta menetapkan Bangkalan sebagai destinasi alternatif wisata di Jawa Timur.

Rata-rata orang yang berwisata ke Surabaya akan singgah ke kawasan Batu di Malang. Akan tetapi, waktu perjalanan ke sana cukup lama, terutama jika macet bisa menghabiskan waktu sekitar 5 sampai 6 jam.

Atas dasar itu, dia berharap Bangkalan dapat menjadi tujuan alternatif karena waktu tempuh ke sana hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit via Jembatan Suramadu.

Kadisbudpar Bangkalan menerangkan kembali bahwa sejauh ini tidak banyak kendala dalam urusan transportasi.

“Bahkan, untuk infrastruktur wisata pun kami sedang berbenah. Ada tambahkan hotel dan wisma, khususnya milik pemda, berikut ‘homestay’ yang dikelola langsung masyarakat,” kata Lily.

Bangkalan adalah salah satu kabupaten di Pulau Madura di samping Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Beberapa tahun terakhir, menurut Kadisbudpar Bangkalan, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mendatangi wilayah itu, khususnya Bukit Jedih, sentra Batik Tulis di Desa Martajasa dan menyantap kuliner khas Madura di Tera Bulan.

“Banyak pengunjung juga mengikuti wisata religi, seperti mengunjungi makam jelang bulan puasa, atau mendatangi sentra pembuatan garam tradisional,” kata Lily.
Oleh Genta Tenri Mawangi (ant)

Copyright © 2010 ANTARA, Kantor Berita Indonesia.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close