Liputan

Banjir Besar wilayah Kendeng, Jangan Salahkan Curah Hujan ??

BTN iklan

LEI, Jakarta- Wilayah Kendeng tergenang banjir akibat penambangan dan penggundulan hutan marak terjadi di Gunung Muria .

“ Banjir Bukan Takdir “
Pati, 12 Desember 2020

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng
(JM-PPK)

Pangkur :
Angambali angilikna
Nggenya lali marang Ibu Pertiwi

Drajat pangkat yekti milut
Temah lali janjinya

Angayomi pra tani lan labetipun

Ingkang atur cekap boga

Kakhanti tulusing ati

 

(Kembali mengingatkan, kepadamu yang telah melupakan Ibu Pertiwi. Derajat dan pangkat nyata telah bisa membuatmu lupa akan janji untuk melindungi petani yang selama ini mencukupi kebutuhan pangan dengan hati yang tulus.)

 

Banjir besar melanda wilayah Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus secara rutin setiap tahunnya. Banjir ini menyebabkan kerugian serius karena merendam ribuan hektar lahan pertanian.

Desa- desa yang mengalami kerugian akibat banjir di lahan pertanian yaitu di Kabupaten Pati wilayah Kecamatan Sukolilo ; Desa Baleadi, Desa Wotan, Desa Baturejo, Desa Gadudero, dan Desa Kasiyan. Kecamatan Kayen ; Desa Srikaton, Desa Trimulyo, Desa Pasuruhan dan Desa Talun. Kecamatan Gabus ; Desa Banjarsari, Desa Babalan, Desa Tanjang, Desa Kosekan, Desa Pantirejo, Desa Tlogoayu, Desa Karaban dan Desa Wuwur. Kecamatan Margorejo ; Desa Ngawen, Desa Jimbaran, dan Desa Jambean. Di kabupaten Kudus ada 12 desa yaitu ; desa Gondoarum, Desa Sidomulyo, Desa Bulung Kulon, Desa Bulung Cangkring, Desa Sadang, Desa Jojo, Desa Kirik, Desa Jongso, Desa Payaman, Desa Karangrowo, desa Wates, dan Desa Undaan.
Di perkirakan kerugian gagal panen musim tanam pertama mencapai 5.000 hektar dengan hasil produksi 40.000 ton gabah dan kerugian biaya produksi sebesar 45 miliyar.

Banjir ini bukan diakibatkan karena curah hujan tinggi, melainkan disebabkan terjadinya alih fungsi lahan dan peruntukan lahan yang tidak sesuai.

Dalam kerangka pembangunan, penanganan wilayah hulu dan hilir haruslah seimbang.
Di wilayah hulu, misalnya Pegunungan Kendeng dan Gunung Muria, kegiatan penambangan dan penggundulan hutan marak terjadi. Ketika curah hujan tinggi terjadi, aliran sungai pembuangan menjadi cepat mengalami sedimentasi. Temuan surve lapangan JM-PPK dalam kegiatan susur sungai pada sabtu 12/12/2020 terdapat Sampah plastik, enceng gondok dan larutan tanah dari pegunungan semakin menjadikan daya tampung sungai tidak mencukupi. Akibatnya, air meluap menggenangi lahan pertanian yang sudah ada tanaman padi.

 

Perlu diketahui bahwa dokumen KLHS Pegungan Kendeng menyatakan terdapat kerusakan lingkungan yang sangat krusial yang apabila tidak segera ditanggulangi akan membawa risiko bencana ekologis besar yang tidak terelakkan.

Dalam RTRW Kabupaten Pati 2010-2030 yang dimuat dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011, pada pasal 2, menyatakan bahwa penataan ruang Kabupaten Pati bertujuan untuk mewujudkan KabupatenPati sebagai Bumi Mina Tani berbasis keunggulan pertanian dan industri berkelanjutan.

Adapun di dalam dokumen KHLS Pegunungan Kendeng wilayah Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo dinyatakan sebagai kawasan lindung yang tidak boleh ada kegiatan yang merusak dan mengganggu fungsi kawasan karst sebagai akuifer hidrologi.

Bencana banjir yang terus berulang belum menjadikan pemerintah dan masyarakat sadar pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Peraturan penetapan tata ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan peruntukannya; sistem pengelolaan lahan menggunakan herbisida dan kimia, membawa dampak serius terhadap lingkungan serta risiko kebencanaan.

Saat ini kita juga masih menghadapi pandemic covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. Dalam menghadapi pandemi ini kebutuhan pangan menjadi kebutuhan yang paling utama. Dalam memenuhinya lahan pertanian produktif yang sudah ada harus tetap dipertahankan.

Bencana banjir bukan semata takdir, melainkan sebuah peristiwa yang dapat dihindari karena penyebabnya adalah perilaku oknum-oknum serakah yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan nasib anak cucu mendatang.

 

Berhentilah merusak dan memeras IBU BUMI.

 

Salam Kendeng
Lestari !!!

Narahubung JM-PPK
Gunretno : (0813 9128 5242)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami