Liputan

Banjir Landa Petok Kabupaten Kediri

BTN iklan

Kediri, 25/1 (Antara) – Banjir terjadi di Desa Petok, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, setelah hujan deras turun hampir seharian dan mengakibatkan aktivitas di daerah tersebut untuk sementara waktu lumpuh.

Camat Mojo Sukemi mengemukakan hujan turun cukup deras sejak Rabu siang. Selain di Kabupaten Mojo, hujan dimungkinkan juga terjadi daerah yang lebih tinggi misalnya Kecamatan Semen. Hal itu mengakibatkan air turun ke daerah yang lebih rendah di bawahnya.

“Banjir mulai terjadi sejak jam 16.00 WIB. Banjir ini adalah air kiriman dari wilayah Semen ke atas dan kondisinya lebih tinggi ketimbang banjir tahun lalu,” katanya di Kediri, Rabu (24/1) malam.

Ia langsung memantau lokasi Desa Petok yang terkena banjir tersebut. Di desa tersebut, terdapat sekitar 450 kepala keluarga (KK). Ketinggian air juga bervariatif bahkan ada yang hingga lutut orang dewasa. Selain menggenangi jalan raya, air juga mulai masuk ke dalam rumah warga.

“Ketinggian banjir bervariatif dan air mulai masuk ke rumah penduduk, tapi sebatas kaki meja. Nanti, begitu debit air turun nanti air kembali masuk ke sungai,” katanya.

Sukemi juga belum bisa mengetahui dengan pasti, apakah banjir itu juga dipicu karena adanya tanggul yang jebol. Ia dengan aparat lainnya akan melakukan pengecekan pada Kamis (25/1). Jika ada tanggul yang jebol, segera diajukan untuk perbaikan.

Menurut dia, banjir beberapa kali memang terjadi di desa ini. Pada akhir tahun lalu, banjir yang terjadi juga dipengaruhi tanggul yang jebol. Kini, musibah yang terjadi pada awal 2018 ini justru airnya lebih tinggi ketimbang sebelumnya.

Ia berharap, hujan bisa reda turun. Dikhawatirkan, jika hujan terus turun, justru debit air bisa semakin bertambah. Masyarakat hingga kini masih di dalam rumah masing-masing dan belum dilakukan upaya evakuasi.

Sementara itu, aktivitas warga di desa itu sempat lumpuh, sebab air menggenang cukup tinggi. Warga memanfatkan banjir itu, menawarkan jasa pada warga yang terjebak banjir. Kendaraan mereka diangkut dengan gerobak, dan pemilik kendaraan memberikan imbalan uang.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami