HEADLINESHukumWanprestasi

Bank DKI Ajukan Gugatan Wanprestasi Kepada Bank BJB

BTN iklan

JAKARTA, LEI – PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta diketahui tengah mengajukan gugatan wanprestasi kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. kantor cabang khusus Jakarta.

Hal itu tertuang dalam info perkara yang dirilis dari Sistem Informasi Penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat seperti dikutip Senin (1/4/2019).

Gugatan wanprestasi Bank DKI terhadap BJB kantor cabang khusus Jakarta itu didaftarkan pada Selasa, 26 Maret 2019 dengan nomor perkara 195/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst. Bertindak sebagai kuasa hukum Bank DKI yakni  Firmansyah.

Dalam dokumen yang disampaikan, Bank DKI mengajukan gugatan wanprestasi kepada BJB kantor cabang khusus Jakarta terkait dengan pembayaran Garansi Bank Pelaksanaan Nomor 1972/J.Pel/10/Jkt/2012  pada 24 April 2012.

Kerugian yang dialami Bank DKI seperti yang dijelaskan yakni rugi atas jaminan garansi bank pelaksanaan yang tidak dibayarkan sebesar Rp7,14 miliar. Lalu, kerugian berupa keuntungan yang telah diperhitungkan (winstderving)  apabila nilai uang jaminan bank garansi yang tidak dibayarkan dengan total Rp13,39 miliar.

Terkait dengan gugatan itu, Bank DKI mengajukan sita jaminan berupa Menara BJB yang terletak di Jl. Naripan No. 12-14 Bandung, 40111. (sumber: bisnis.com)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. • PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta diketahui tengah mengajukan gugatan wanprestasi kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. kantor cabang khusus Jakarta.Hal itu tertuang dalam info perkara yang dirilis dari Sistem Informasi Penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat .Gugatan wanprestasi Bank DKI terhadap BJB kantor cabang khusus Jakarta itu didaftarkan pada Selasa, 26 Maret 2019 dengan nomor perkara 195/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst. Bertindak sebagai kuasa hukum Bank DKI yakni Firmansyah.Dalam dokumen yang disampaikan, Bank DKI mengajukan gugatan wanprestasi kepada BJB kantor cabang khusus Jakarta terkait dengan pembayaran Garansi Bank Pelaksanaan Nomor 1972/J.Pel/10/Jkt/2012 pada 24 April 2012.Kerugian yang dialami Bank DKI seperti yang dijelaskan yakni rugi atas jaminan garansi bank pelaksanaan yang tidak dibayarkan sebesar Rp7,14 miliar. Lalu, kerugian berupa keuntungan yang telah diperhitungkan (winstderving) apabila nilai uang jaminan bank garansi yang tidak dibayarkan dengan total Rp13,39 miliar.Terkait dengan gugatan itu, Bank DKI mengajukan sita jaminan berupa Menara BJB yang terletak di Jl. Naripan No. 12-14 Bandung, 40111 ;

    • Bahwa berdasarkan cerita kronologi kejadian di atas ini ketika orang/badan hukum melakukan suatu perjanjian secara tertulis dan di mana perjanjian tersebut tidak di jalankan secara baik dan benar berdasarkan perjanjian tersebut yang telah di sepakati maka cukup kiranya untuk di katakana sebagai suatu perbuatan wanprestasi sebagaimana yang telah di jelaskan pada dasar hukum KuhPer pasal 1320 “Untuk sahnya suatu perjanjian di perlukan empat syarat yaitu :Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya,Kecakapan untuk membuat suatu perikatan,Suatu hal tertentu,Suatu sebab yang halal” ;
    • Bahwa ketika ke empat hal sebagaimana yang telah di jelaskan pada pasal 1320 KuhPer tersebut maka perjanjian telah di katakana sah menurut hukum dan jika kita sandingkan dengan cerita kronologis kejadian diatas perjanjian antara PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. kantor cabang khusus Jakarta jelas di katakana sah menurut hukum ;
    • Bahwa Ketika mengajukan gugatan wanprestasi penggugat mencatatkan dalam gugatannnya tentang sita jaminan maupun putusan dapat di jalankan terlebih dahulu (Uit Voorbarr Bij Vorrad) agar pihak penggugat tidak mengalami kerugian yang lebih besar dan sebagai jaminan apabilah pihak tergugat tidak mau menjalankan hasil Putusan Pengadilan Negeri secara sukarela .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + fourteen =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami