Bank Dunia Setuju Pembiayaan Lapangan Kerja Pengungsi – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Bank Dunia Setuju Pembiayaan Lapangan Kerja Pengungsi

Bagikan ke:

Jakarta,  – Bank Dunia menyetujui tawaran pembiayaan kepada Pemerintahan Jordan sebesar 100 juta dolar AS dalam untuk menciptakan sekitar 100.000 lapangan pekerjaan baru bagi kaum pengungsi Suriah dan masyarakat Yordania.
“Pemerintah Yordania telah melakukan hal yang luar biasa dalam membantu mengatasi tantangan membanjirnya jumlah pengungsi,” kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam keterangan tertulis yang diterima Antara,  di Jakarta, Senin.
Menurut dia, tugas masyarakat internasional saat ini adalah membantu Yordania dalam menyediakan pembiayaan yang inovatif untuk terus membantu para pengungsi yang datang dari kawasan konflik seperti Suriah.
Selain itu, Presiden Bank Dunia juga menyatakan penting bagi pemerintahan Yordania untuk melakukan reformasi yang dibutuhkan untuk menarik investasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Pernyataan itu disampaikan dalam kunjungan bersama oleh Kim dan Sekjen PBB Ban Ki Moon yang dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen global guna mengatasi dampak krisis Suriah melalui bantuan kemanusiaan segera dan dukungan pembangunan jangka panjang.

Tujuan kunjungan ke Yordania itu juga menciptakan solusi inovatif yang dimulai dengan mengatasi hambatan ekonomi dan sosial dari masuk arus pengungsi, termasuk meningkatkan pelayanan dasar serta menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi pengungsi Suriah maupun warga Yordania.

Sebelumnya, Bank Dunia mengingatkan kondisi ekonomi global saat ini masih lemah dan rentan sehingga berpotensi semakin volatil atau kurang stabil.
“Satu-satunya mesin pertumbuhan ekonomi global adalah ekonomi AS, sedangkan Eropa masih berjuang untuk memulihkan diri dan sekarang menghadapi risiko penurunan tambahan karena munculnya ‘brexit’ dan krisis pengungsi yang masih berlanjut,” kata Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati.

Brexit adalah wacana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Selain itu, Jepang juga masih berlanjut dengan pertumbuhannya yang lemah, antara lain karena dilonggarkan kebijakan moneter mereka dan penerapan suku bunga negatif.
Begitupula halnya dengan kondisi negara-negara berkembang yang selama dekade terakhir menjadi mesin pertumbuhan global, pada saat ini masih menunjukkan kinerja yang tidak optimal.
“Brazil dan Rusia sedang resesi dan pertumbuhan Tiongkok melambat. Perdagangan global tidak beranjak naik dan pertumbuhan produktivitas tetap lemah,” kata mantan Menteri Keuangan RI itu pula.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top