Ekonomi

Bappenas Pertumbuhan Dapat Cappai 5,3 Persen

BTN iklan

“Perkiraan saya, kalau tahun ini mungkin ‘range’ 5,1 persen-5,3 persen,” kata Bambang saat melakukan temu media dengan Antara di Jakarta, Selasa.

Bambang menjelaskan perkiraan tersebut telah mempertimbangkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017 yang tercatat 5,01 persen dan proyeksi pertumbuhan triwulan II-2017 sebesar 5,1 persen.

Untuk itu, ia mengharapkan kinerja konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah yang belum terlalu menyumbang kontribusi pada triwulan I, bisa mulai memberikan dampak positif kepada perekonomian mulai triwulan II.

“Mudah-mudahan triwulan dua, 5,1 persen bisa dicapai, jadi bisa menjadi basis pertumbuhan pada semester dua, dan mendorong pertumbuhan pada akhir tahun,” kata mantan Menteri Keuangan ini.

Terkait pertumbuhan ekonomi pada triwulan I yang tercatat 5,01 persen, Bambang memberikan catatan karena pencapaian pada triwulan I-2017 masih terkontraksi 0,34 persen dibandingkan triwulan IV-2016, akibat belanja pemerintah yang masih lambat.

“Triwulan satu memang sedikit lambat dibandingkan akhir triwulan empat, karena ‘spending’ pemerintah lebih rendah. Kita perlu ‘spending’ lebih cepat (pada awal tahun), bukan lebih besar. Ini masalah timing, kalau lebih cepat, tidak ada kontraksi antara triwulan empat dan satu,” katanya.

Selain itu, kontribusi ekspor yang besar pada pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 patut diwaspadai karena masih tergantung dari ekspor komoditas seperti CPO, mineral dan karet, yang sedang mengalami momentum kenaikan harga di tingkat internasional.

“Ekspor polanya didominasi oleh komoditas, terutama perbaikan harga komoditas sawit dan tambang, artinya meski membaik, tapi harga komoditas selalu fluktuatif. Kita tidak bisa pastikan triwulan selanjutnya naik atau turun. Bukan itu yang kita inginkan,” ungkap Bambang.

Bambang mengharapkan kinerja ekspor di masa mendatang bisa didukung oleh ekspor dari sektor manufaktur yang saat ini potensinya untuk tumbuh sangat besar dan lebih tahan terhadap gejolak dibandingkan sektor komoditas yang rentan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy) pada triwulan I-2017.

“Ekspor triwulan satu 2017 tumbuh positif 8,04 persen dibandingkan triwulan satu 2016 yang minus 3,29 persen. Ini menjanjikan karena bisa tumbuh tinggi,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Suhariyanto menjelaskan membaiknya kinerja ekspor ini dukung oleh perbaikan ekspor barang nonmigas dan jasa, seiring dengan membaiknya perekonomian serta tumbuhnya permintaan di negara tujuan ekspor utama Indonesia.

“Perbaikan ekspor ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor. Selain itu ekspor jasa juga tumbuh sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Selain ekspor, kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017 juga didukung komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,93 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 4,81 persen dan konsumsi pemerintah yang tumbuh 2,71 persen.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh tapi sedikit melambat dibandingkan triwulan satu 2016 yang tumbuh 4,97 persen, karena perlambatan penjualan makanan minuman, peralatan rumah tangga, mobil dan transaksi kartu kredit,” kata Suhariyanto. Dewa

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami