Politik

Barisan Olot Masyarakat Adat Jabar Dukung Paslon Hasanah

BTN iklan

Tasikmalaya, LEI – Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat (Jabar) mendukung pasangan calon (paslon) cagub-cawagub Jabar nomor 2, TH Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) untuk memimpin Jabar 5 tahun ke depan.

BOMA Jabar mendeklarasikan dukungannya kepada paslon Hasanah di Kampung Citamiang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Senin (4/6/2018).

Ketua Harian BOMA Jabar, Jajang Hadiwiyono, mengatakan, pihaknya mendeklarasikan dukungan karena Olot Masyarakat Adat menilai kedua purnawirawan jenderal TNI dan Polri ini merupakan sosok yang pantas memimpin Jabar.

Pria yang akrab disapa Jajang Sanaga itu menambahkan, ketegasan yang dimiliki oleh kang Hasan dan kang Anton menjadi alasan kuat dukungan tersebut. Menurutnya, kriteria kepemimpinan yang dimiliki Hasanah saling melengkapi dan diyakini mampu membawa perubahan yang lebih baik untuk Jabar.

“Saya sudah kenal lama dengan ketegasan kang Hasan, yang paling penting peduli terhadap masyarakat adat dan memahami kultur dan kearifan lokal Jawa Barat itu sendiri,” kata Jajang dalam keterangan tertulis.

Program yang dimiliki Hasanah, lanjut Jajang, cukup berpihak terhadap kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat adat yang ada di Jabar. Sebagai calon pemimpin yang memahami seni dan budaya, kang Hasan akan memberikan perhatian khusus bagi kelestarian adat di Jabar.

“Programnya cukup rasional dan bisa diterima, terlebih pasangannya kang Anton juga mengenal dan cinta budaya sunda semenjak jadi Kapolda,” ujarnya.

Sementara itu, kang Hasan menyampaikan, masyarakat adat, seni, dan budayanya, memiliki potensi untuk diangkat dan dikembangkan menjadi tujuan wisata dalam aspek kearifan lokal Jabar. Seni dan budaya Sunda bukan hanya kebanggaan masyarakat Jabar, akan tetapi identitas bangsa yang harus terus diperkenalkan kepada dunia luar.

“Kearifan lokal harus kita angkat, agar dunia tahu bahwa kita punya kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain,” ujar Purnawirawan Jendral TNI AD itu.

Kang Hasan memaparkan, masyarakat adat yang masih eksis juga bisa dibuatkan Desa Adat. Hal tersebut, sambungnya, bisa mendatangkan wisatawan dan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar.

“Syaratnya ada tiga, yakni destinasi wisata atau atraksi wisata, infrastrukturnya kita bangun, dan tentu keamanan harus terjamin,” kata kang Hasan di hadapan 23 komunitas masyarakat adat dari 9 Kabupaten/Kota seperti Tasikmalaya, Sumedang, dan daerah lain di Jabar.

Pada kesempatan tersebut, kang Hasan juga menyampaikan rencannya akan melibatkan seluruh jasa perhotelan di Jabar agar bersedia mengajak para seniman untuk menampilkan kesenian Jabar.

“Minimal seminggu dua kali, seniman tampil dengan pencanya atau gendangnya di hotel-hotel dan dibayar, sehingga seniman bisa hidup dari situ,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close