Hukum

Bayar Utang, Gihon Telekomunikasi Targetkan Dana IPO Rp260 M

BTN iklan

Jakarta/Lei – PT Gihon Telekomunikasi Indonesia menargetkan bisa meraup dana sebesar Rp220 miliar-Rp260 miliar melalui aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Rudolf P Nainggolan mengatakan perusahaan menawarkan harga saham sekitar Rp1.100 per saham hingga Rp1.300 per saham.

“Penggunaan dana raihan IPO sebagian besar untuk pelunasan pinjaman ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),” tutur Rudolf, Jumat (2/1).Total utang perusahaan terhadap Bank Mandiri sebesar Rp150 miliar. Sisanya, lanjut Rudolf, Gihon Telekomunikasi akan memanfaatkan dana IPO untuk modal kerja dan belanja modal.

“Modal kerja dan belanja modal ini berkaitan dengan pembangunan sites telekomunikasi baru guna perluasan dan penambahan portofolio menara telekomunikasi,” papar Rudolf.

Hingga akhir September 2017, perusahaan mengoperasikan sebanyak 443 menara telekomunikasi yang berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Bila sesuai rencana, Gihon Telekomunikasi bakal menambah sekitar 67 menara tahun ini menjadi 510 menara.

“Kami akan menambah menara telekomunikasi 15 persen,” terang Rudolf.

Ia melanjutkan, dana yang dibutuhkan untuk membangun satu menara sekitar Rp1 triliun. Artinya, perusahaan membutuhkan total dana Rp67 miliar untuk merealisasikan target tersebut.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Monika Ferolina menuturkan, perusahaan membuka kemungkinan untuk mengakuisisi perusahaan menara telekomunikasi lain untuk menambah menara tahun ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami