Politik

BDF Jadi Rujukan Dunia Tentang Demokrasi

BTN iklan

Nusa Dua, Bali, LEI/Antara – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P. Marsudi mengatakan Bali Democracy Forum menjadi rujukan dunia tentang demokrasi dan aset diplomasi dunia.

“Indonesia membuat BDF menjadi forum yang nyaman sehingga semua orang dapat menyampaikan pengalamannya tentang penguatan demokrasi,” ujarnya dalam Bali Democracy Forum Ke-9 di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Ia mengatakan BDF Ke-9 dihadiri oleh 95 negara dan enam organisasi internasional.

BDF kali ini istimewa karena dihadiri oleh tokoh-tokoh internasional, seperti seperti Kofi Annan (Sekjen PBB 1997-2006), Surin Pitsuwan (Sekjen ASEAN 2008-2012) dan Ouided Bouchamaoui (Pemenang Nobel Perdamaian 2015 dari Tunisia) yang sekaligus menjadi “keynote speaker” dan pembicara dalam beberapa sesi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Sidang Majelis Umum PBB Ke-71, Peter Thomson juga akan menyampaikan pesan dalam bentuk “video message”.

Ia mengatakan BDF tahun ini juga menyelenggarakan dua diskusi panel, masing-masing bertema “Promoting Democracy and Religious Religious Harmony in Responding to the Challengers of Pluralism” dan “Sharing Best Practices and Key Lessons in Fostering Religious Harmony and Countering Violent Extremism and Discriminatiom through Democratic Responses”.

Pada hari kedua pelaksanaan BDF, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengajak delegasi untuk melakukan kunjungan lapangan, yakni ke Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Kabupaten Tabanan.

Pada kunjungan itu, para delegasi dapat melihat langsung praktik kehidupan toleransi antarumat beragama dan proses edukasi yang melanggengkan tradisi pluralisme di Indonesia.

“Kita lagi coba bahas dan bicara dengan beberapa negara untuk kembangkan BDF. Nanti akan ada ‘BDF chapter’ yang diselenggarakan di luar Indonesia. Isunya lebih relevan dari kawasan tersebut,” kata dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami