Lifestyle

Begini Cara Direktur Umum dan SDM BPJS Dr. Cand. Naufal Mahfudz, Halal-bihalal

BTN iklan

Di era pandemic covid 19 ini, banyak cara orang menyampikan halal- bihalal melaui media.
Di penghujung bulan suci ini, rasa bahagia dan sedih berbaur jadi satu.
Rasa bahagia di dada karena hari kemenangan sudah di depan mata.
Rasa sedih di hati karena bulan yang mulia ini akan segera berlalu.
Bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah SWT, Sang Maha Pencipta.

Benarkah Ramadhan akan meninggalkan kita?
Benarkah Ramadhan tidak lagi bersama kita?
Benarkah Ramadhan tidak lagi berada di tengah-tengah kita?

Atau sebaliknya, kita yang pergi meninggalkannya?
Kita yang berpamitan untuk berpisah dengannya?

Namun yang pasti, bilangan hari dalam bulan Ramadhan akan segera berakhir.
Bilangan hari berikutnya akan memasuki bulan Syawal.
Yang kita tinggalkan sesungguhnya adalah hanya bilangan harinya, bukan maknanya.

Bulan Ramadhan pada hakekatnya adalah bulan penempaan dan pelatihan untuk mendapatkan bekal di sebelas bulan lainnya.
Allah SWT memberikan kita waktu yang leluasa selama satu bulan penuh untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kita.

Jika kita ingin bersedih, adalah karena kita tinggalkan suasananya, bukan maknanya.
Jika kita ingin tangisi, adalah karena malam yang lebih baik dari seribu bulan hanya ada di bulan Ramadhan, dan kita harus menunggu di tahun berikutnya.
Jika kita ingin bahagia, adalah karena Insya Allah kita sudah mendapatkan bekal yang cukup untuk beribadah di bulan-bulan lainnya.
Jika kita ingin gembira, adalah karena Insya Allah kita sudah mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Ramadhan akan tetap berada di tengah-tengah kita, selama kita tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang kita kerjakan di bulan yang mulia ini.
Kita tetap berpuasa, walaupun digantikan dengan puasa-puasa Sunnah di bulan-bulan lainnya.
Kita tetap rajin bersedekah, karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.
Kita tetap shalat malam, karena Allah SWT tetap menanti do’a dan tangisan hamba-hamba-Nya.
Kita tetap itikaf, karena kita ingin bermuhasabah dan ingin terus berjumpa, berbicara dan mengeluh kepada Sang Maha Pencipta.
Kita tetap membaca dan memahami Al Quran, karena bukan hanya karena sumber utama pedoman hidup kita, tetapi juga karena kitab suci ini yang akan menjadi penolong kita di akherat kelak.

Kita tetap mengerjakan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan, agar kita tidak pergi meninggalkannya.

Akhirnya….. yang kita ucapkan bukan lagi selamat tinggal Ramadhan atau selamat jalan Ramadhan, tetapi…..

Semangat bersama Ramadhan…..
Semangat beribadah di bulan-bulan lainnya sebagaimana semangat beribadah di bulan Ramadhan…

Selamat meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Selamat menjemput hari kemenangan.
Taqabbalallahu minna wa minkum
Wa taqabbal Ya Karim.
Kepada semua sahabat, kepada semua peserta manfaat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang belum mendapat pelayanan optimal, khususnya di era pandemic ini, baik yang saya kenal maupun tidak, kiranya mohon maaf tahir dan batin.

***dew

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami