BTN ads
EntertainmentLifestyle

Bekraf Akui Kurang Komunikasi dengan ERK terkait Dana SXSW

Jakarta, (LEI) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) belajar sebuah hal penting dari konfliknya dengan Efek Rumah Kaca (ERK) soal dana bantuan ke South by Southwest (SXSW) 2018.

Kepala Bekraf Triawan Munaf pada Senin (12/3) mengakui komunikasi lembaganya dengan pelaku industri kreatif masih jauh dari kata sempurna. Ia pun berjanji memperbaikinya.

“Kami akan memperbaiki komunikasi, kami akui komunikasi kami [dengan pelaku kreatif] masih jauh dari sempurna. Harus diperbaiki ke depan agar menjadi lebih positif,” kata Triawan saat jumpa media di gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Pernyataan itu muncul setelah ERK menolak bantuan dana Bekraf untuk tampil di festival musik akbar di Texas, Amerika Serikat, pertengahan Maret ini. ERK menolak bantuan dana transportasi dan akomodasi dari Bekraf karena penggunaan dana yang dinilai tidak efektif.

Bekraf menganggarkan tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Austin Rp32 juta untuk satu personel, sedangkan ERK menemukan tiket seharga Rp18 juta. Dengan dana yang sama, Bekraf hanya memberangkatkan lima personel. Padahal dana itu bisa digunakan untuk 10 personel.

Melalui komite yang ditunjuk Bekraf, ERK meminta berkomunikasi langsung dengan lembaga yang baru dibentuk di era Presiden Joko Widodo itu. Selama ini ERK hanya berkomunikasi melalui komite sebagai pihak ketiga. Mereka hanya pernah bertemu dengan Bekraf saat rapat, itu pun dalam watu yang singkat. Komunikasi yang terjalin pun tidak efektif.

ERK juga merasa aneh dengan sikap Bekraf yang tidak menanggapi soal perbedaan harga tiket. Menurut ERK, seharusnya ada penjelasan soal mengapa lebih mahal dan teknisnya.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik menjelaskan bahwa harga yang disampaikan ERK bukan harga tiket, melainkan batas atas tiap pembelian. Ia mengakui pembelian tiket melalui lembaga pemerintah lebih mahal karena mereka tidak membeli tiket fixed yang tak bisa dikembalikan.

Sempat terjadi ‘silat lidah’ di media antara ERK dan Bekraf terkait perkara itu.

Namun Triawan justru berterima kasih kepada ERK yang membuka masalah ini ke publik, sehingga Bekraf sadar untuk memperbaiki komunikasi mereka. Itu termasuk komunikasi antara komite dengan pelaku kreatif serta komite dengan Bekraf sendiri.

Meski berjanji memperbaiki komunikasi, Ricky mengatakan tetap akan menunjuk komite sebagai pihak ketiga sebagai jembatan antara Bekraf dengan pelaku kreatif. Ia merasa perlu ada komite berpengalaman untuk menangani pelaku kreatif, terutama yang akan berpartisipasi dalam ajang internasional di luar negeri.

“Manajemen mikro seperti komite atau tenaga ahli untuk sebuah event itu penting. Kami enggak bisa meletakkan pada manajemen harian di Bekraf karena kami butuh tim spesifik yang paham, kalau tidak bisa berantakan,” kata Ricky.

Ricky menuturkan, ada hal-hal kecil yang bisa terlupakan bila tidak ditangani tenaga ahli. Misalnya, lupa mengecek tiket ketika delegasi pelaku kreatif akan berangkat.

“Hal seperti itu kami perlu mikro manajemen. Tapi komite sepenuhnya di bawah kontrol Bekraf, keputusan menyangkut anggaran tetap di Bekraf,” kata Ricky.

Triawan menambahkan, “Jadi ini yang akan kami perbaiki bersama tenaga ahli yang akan kita pakai ke depannya. Bisa dengan tenaga ahli yang sama, mengganti atau menguranginya.”

Triawan dan Ricky mengatakan sudah berkomunikasi dengan beberapa personel ERK mengenai bantuan dana yang menjadi polemik. Namun, sang ayah Sherina Munaf menolak memberikan hasil komunikasinya dengan ERK. Hasil itu akan disampaikan melalui pernyataan bersama usai SXSW. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close