LiputanNasional

Bentuk Keprihatinan di Dunia Kedokteran, Ikatan Alumni Yarsi Gelar Seminar Sadar Hukum

BTN iklan

Jakarta (Lei) – Dunia kedokteran saat ini berkembang sangat pesat dari segi teknologi dan juga dari kualitas sumber daya dokter yang ada. Namun hal ini tak luput dari perhatian akan rawannya tuntutan atas profesi tersebut. Pelayanan atau bidang jasa memang menjadi hal yang empuk terhadap tuntutan bilamana pelayanan yang diberikan dokter dianggap kurang maksimal hingga banyak yang menyangka malapraktik.

Pemberitaan seputar malapraktik yang belum tentu benar adanya saat ini menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap komunitas medis yang menyediakan layanan kesehatan terkikis. Serta rasa ketidakpercayaan masyarakat tersebut secara tidak langsung juga akan berdampak kepada sikap dan perilaku tenaga medis ketika memberikan pelayanan karena ada rasa tidak dipercaya dari pasiennya.

Saat ini pengetahuan perihal pelayanan kesehatan dan kaitannya dengan regulasi sangat dibutuhkan oleh para Dokter dan tenaga medis lainnya. Ketika tudingan dokter melakukan malapraktik, hal ini dapat ditujukan terhadap suatu tindakan kesengajaan (dolus) ataupun kelalaian (culpa) seorang dokter dalam menggunakan keahlian dan profesinya yang bertentangan dengan standar pelayanan, dan standar yang lazim dipakai di lingkungan kedokteran bersumber dari Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Dari permasalahan tersebut maka  Persaluny FK tergugah untuk membuat seminar Nasional Hukum Kedokteran yang bertujuan untuk menambah pengetahuan para dokter dan tenaga medis agar sadar terhadap Hukum Kesehatan di Indonesia yang selama ini belum banyak menjadi perhatian, sekaligus membangun komunikasi intensif antar komunitas, jaringan dan networking di bidang Hukum Kesehatan di Indonesia dengan tema “Melayani Tanpa Terjerat Hukum” pada Sabtu 24 Maret 2018 di Hotel Le Meridien, Jakarta,  Dan bagi kalangan masyarakat, seminar ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana dunia kesehatan dan kedokteran sesungguhnya memberikan perhatian yang serius terhadap jaminan pelayanan yang terstandar dan bermutu sehingga masyarakat dapat menaruh kepercayaan terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

Sebagai pemateri dalam acara ini adalah mereka yang memiliki kompetensi dan kapasitas yang sesuai memberikan pengetahuan, pemahaman dan solusi yaitu dari Panitera Mahkamah Agung RI,  Bapak Made Rawa Aryawan, SH M.Hum, Ketua Terpilih PB. IDI dr. Daeng M. Faqih, SH, MH,  Wakil Sekjen PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) DR. drg. Edi sumarwanto, MM, MHKes, Ketua BPHN Kemenhukam Prof. Enny Nurbaningsih, SH, M.Hum, Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan II Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes Cici Sri Suningsih, SH, MKes., Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta dr. Koesmedi Priharto SpOT, M.Kes, FICS., Praktisi Asuransi Firman Amersyah, perwakilan dari FIAKSI (Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia) dr. M. Nasser SpKK., dr.H.Efmansyah Iken Lubis, MM selaku Ketua Persaluny FK

Dengan adanya seminar ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah untuk mengingatkan dan menggugah para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan untuk selalu berpegang pada pedoman dan peraturan yang berlaku, serta menetapkan dan  menjalankan standar prosedur operasional yang berlaku, sesuai kewenangan klinis nya, serta alur pelayanan,” ujar dr. H. Ermansyah Iken Lubis, MM selaku ketua Persaluni FK. Karena itu  diperlukan suatu pemikiran dan langkah-langkah yang bijaksana sehingga masing-masing pihak baik dokter maupun pasien memperoleh perlindungan hukum yang seadil-adilnya. “Dalam hal ini dokter, perawat atau tenaga medis lainnya harus berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya,” tutupnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami