Ekonomi

Beranda – Beras Jawa Barat Mulai Banjiri Pasar Rangkasbitung

BTN iklan

Lebak, 10/1 (Antara) – Beras dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat mulai membanjiri Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten akibat menghilangnya pasokan beras lokal di wilayah itu.

“Kami mendatangkan beras dari Indramayu, Jawa Barat,sebanyak lima ton,” kata Hendra, seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Rabu.

Selama beberapa pekan terakhir pasokan beras lokal menghilang sehubungan tibanya musim tanam juga curah hujan relatif tinggi.

Persedian beras para pedagang terpaksa mendatangkan dari berbagai daerah seperti Cianjur, Subang, Indramayu, dan Karawang Provinsi Jawa Barat.

Pasokan beras dari sejumlah daerah di Jawa Barat mulai membanjiri Pasar Rangkasbitung karena di daerah sana memasuki musim panen.

Namun, harga jual beras dari Jawa Barat terjadi lonjakan cukup tinggi.

Untuk kualitas baik seperti merk Boboko dan Pandan Wangi dari Subang dan Cianjur dijual Rp12.000/kg, sebelumnya hanya Rp10.500/kg.

Demikian juga kualitas medium, yang sebagian besar di datangkan dari Kabupaten Karawang dan Indramayu, juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.200/kg.

Selama ini, ada tiga jenis beras kualitas medium yakni medium I dijual dengan harga Rp10.500/kg, atau naik dari sebelumnya Rp9.700/kg, medium II Rp9.500/kg sebelumnya Rp9.200/kg dan medium III Rp9.000/kg sebelumnya Rp8.700/kg.

“Kami mengeluhkan kenaikkan beras itu tentu omzet penjualan menurun sekitar 40 persen dari harga normal,” katanya menjelaskan.

Baden, seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan dirinya mendatangkan beras dari Karawang karena pasokan beras lokal dari sejumlah daerah di Provinsi Banten menghilang.

Selama ini, kata dia, permintaan beras cukup tinggi karena banyak warga pedesaan juga membeli kebutuhan pokok itu, sebab persediaannya telah habis.

Selain itu juga pasokan beras sejahtera atau rastra yang disalurkan pemerintah pada Januari sudah tidak ada lagi.

Karena itu, dirinya mendatangkan beras dari Karawang hingga 10 ton dan mencukupi untuk satu bulan kedepan.

“Saya terpaksa membeli beras dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat, walapun dengan harga relatif lebih tinggi tinggi,” katanya.

Sejumlah warga Rangkasbitung mengeluhkan kenaikan harga beras di pasaran itu karena dinilai cukup tinggi dengan kenaikkan sekitar Rp1.000/Kg.

Masyarakat berharap Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Pandeglang-Lebak segera mengggelar operasi stabilisasi harga beras (OSHB).

“Saya berharap Bulog pemerintah menggelar operasi pasaran beras juga penyaluran beras rastra segera direalisasikan untuk tahun 2018,” kata Fauzi,warga Salahur Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Ahmad, seorang pemilik penggilingan beras di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan, dirinya hingga kini belum memproduksi beras karena panenan padi belum serentak di berbagai daerah.

Saat ini, pasokan gabah dari petani relatif kecil.

“Kami sudah dua pekan terakhir ini tidak memasok beras ke sejumlah pasar di Kabupaten Lebak karena tidak ada gabah di tingkat petani,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Comments

  1. Vente Misoprostol20mg Beschreibung Levitra [url=//sildenaf75.com]buy viagra[/url] Best Pharmacies In Tijuana Buy Orlistat Usa No Prescription

  2. Comprare Cialis Online Sicuro Cialis Efectos Secundarios Retin A Cream To Buy [url=//prilipills.com]buy dapoxetine online[/url] Taking Expired Amoxicillin Cheap Flagyl Keflex Dutasteride 25mg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami