EkonomiKarirLiputan

Beranda – Petani Cabai Lebak Meraup Keuntungan

BTN iklan

LEBAK, 8/4 (LEI) – Petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten, meraup keuntungan besar karena harga di tingkat penampung mencapai sebesar Rp30.000 per kilogram.

“Kami hari ini (Minggu) menjual cabai sebanyak satu ton dan menghasilkan pendapatan Rp30 juta,” kata Dudung (55) seorang petani di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Minggu.

Selama ini, harga cabai di tingkat penampung cukup bagus sehingga hasil panen komoditas cabai menguntungkan petani. Panen cabai sekarang ini tidak terserang hama maupun penyakit tanaman lainnya sehingga produksi dan produktivitas meningkat.

Saat ini, petani memasuki panen cabai dan mereka menjual kepada para penampung. Para penampung memasok cabai ke Pasar Induk Tanahtinggi Tangerang.

“Panen cabai sangat membantu pendapatan ekonomi petani karena harga di pasaran melonjak,” ujarnya.

Menurut Dudung, dirinya memanen cabai rawit seluas tiga petak sawah yang menghasilkan hingga ratusan juta rupiah.

Penghasilan sebesar itu jika harga cabai di pasaran melonjak, namun jika harga anjlok petani gulung tikar.

Saat ini, permintaan cabai rawit cenderung meningkat sehingga terpenuhi kebutuhan pasar karena memasuki musim panen. “Panen pada April 2018 bisa meraup keuntungan karena harga cabai melonjak,” katanya.

Petani lain, Ahmad (50) warga Panggarangan Kabupaten Lebak mengaku dirinya bisa meraup keuntungan besar karena harga cabai melonjak tinggi hingga Rp35.000-Rp45.000 per kilogram.

Tanaman cabai miliknya seluas tujuh petak sawah sudah menjual sebanyak dua ton hingga menghasilkan pendapatan Rp70 juta.

Saat ini, harga cabai keriting di tingkat penampung menembus Rp35.000/kg. Melonjaknya harga cabai itu karena diberbagai daerah belum memasuki musim panen karena curah hujan cenderung tinggi.

“Kami yakin jika panen berbarengan dengan daerah lain dipastikan harga cabai anjlok,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah petani cabai di wilayahnya mencapai puluhan orang dan dipastikan mengalami keuntungan cukup besar hingga ratusan juta rupiah, sedangkan biaya operasional tanaman cabai rata-rata Rp35 juta per hektare.

“Kami yakin pendapatan petani cukup besar dari hasil panen,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan saat ini pendapatan petani cabai cukup bagus karena harga di pasaran cukup tinggi.

Karena itu, pihaknya meminta petani terus mengembangkan tanaman cabai di lahan-lahan sawah karena lahan sawah sangat memudahkan perawatan dibandingkan lahan darat.

Saat ini, katanya, areal tanaman budi daya cabai yang dikembangkan petani seluas 100 hektare tersebar di Kecamatan Banjarsari, Malingping, Cihara, Panggarangan, Warunggunung, dan Cibadak.

Pemerintah daerah mendorong petani dapat meningkatkan produksi dan ekonomi masyarakat perdesaan. Kabupaten Lebak mampu berswasembada cabai karena didukung lahan luas.

“Kami menargetkan Lebak ke depan sebagai lumbung cabai di Provinsi Banten,” katanya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami