LiputanNasional

Berbagai Bantuan Mulai Dikirim ke Palu dan Donggala, Hingga Akses Mudah untuk Cari Keberadaan Keluarga Korban Gempa

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – TNI menyatakan telah mengirimkan sejumlah bantuan berupa alat komunikasi dan alat medis dari Lanud Halim ke Palu, Sulawesi Tengah. Alat-alat komunikasi dikirimkan dengan cepat untuk segera membenahi terputusnya jaringan komunikasi di Palu.

Dalam jumpa pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, pagi tadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan pentingnya komunikasi. Karena saat ini jaringan komunikasi di Palu terputus akibat gempa dan tsunami.

Perbaikan sarana komunikasi diharapkan mempermudah penyaluran bantuan bagi para korban bencana di Sulawesi Tengah.

Pihak TNI akan terus menyalurkan bantuan untuk para korban bencana. Siang ini bantuan logistik berupa bahan makanan juga akan dikirimkan ke lokasi bencana.

Gempa ini turut berdampak pada operasi Pertamina MOR VII Sulawesi di wilayah Palu dan sekitarnya. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga saat ini, diketahui bahwa Terminal BBM Donggala mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami.

Beberapa sarfas (sarana dan fasilitas) seperti trestle (akses dari dermaga menuju TBBM) dan filling shed (tempat pengisian mobil tangki) mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilakukan kegiatan penyaluran BBM. Akses jalan dari TBBM ke Palu dan Sulawesi Barat pun tidak dapat dilewati dikarenakan longsor dan kerusakan jalan.

Tim Puskodal Pertamina MOR VII telah menyiapkan rencana alternatif RAE (Regular, Alternative, Emergeny) untuk mengamankan pasokan energi ke Palu dan sekitarnya. “Untuk penyaluran BBM, rencana alternatif suplai akan dilakukan melalui beberapa TBBM yakni TBBM Poso, TBBM Moutong, TBBM Toli-Toli dan TBBM Pare-Pare menyesuaikan kondisi jalur darat yang paling memungkinkan,” jelas Roby.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industri, diutamakan suplai kepada PLN, TNI dan Polri. Alternatif suplai akan diluncurkan melalui TBBM Poso, Moutong, Toli-Toli dan Pare Pare.

Untuk elpiji, alternatif suplai ke Palu rencananya dilakukan melalui SPPEK Tri Ariesta dari Gorontalo, juga dari Depot LPG Makassar dan Terminal LPG Bosowa. Selain itu telah disiagakan SPPBE alternatif yakni PT Mitra Utama, PT Nubuwwa Saltika, PT Pare Elpiji, dan PT Permata Alam Sulawesi serta pengiriman 150 tabung LPG 50 Kg dari SPPBE Makassar.

Sedangkan untuk Avtur, rencana dilakukan alih suplai ke DPPU Mutiara melalui TBBM Makassar, TBBM Gorontalo dan TBBM Luwuk. Penyaluran rencananya dilakukan melalui bridger (mobil tangki avtur), dengan memperhatikan kondisi akses jalan.

Selain melakukan upaya alternatif penyaluran energi ke wilayah Sulawesi Tengah, Pertamina juga akan memberangkatkan tim relawan yang membawa bantuan logistik dan medis. “Siang ini kami akan memberangkatkan beberapa tim relawan dari Makassar, Poso dan Gorontalo untuk membantu korban, termasuk pekerja, keluarga dan operasional Pertamina. Kami juga terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu penanganan korban dan sarfas pasca gempa,” tandas Roby.

Mencari keberadaan sanak keluarga Anda? Ini nomor yang bisa anda hubungi…

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah membagi beberapa nomor telepon yang dapat dihubungi masyarakat pascatsunami yang terjadi di Palu.

Informasi ini disebarkan melalui akun Twitter resmi @Kemenkumham__RI pada Sabtu (29/9/2018).

Twit dari Kemenkumham Republik Indonesia (source: Twitter)
Twit dari Kemenkumham Republik Indonesia (source: Twitter)

Beberapa kontak yang dapat dihubungi masyarakat antara lain:

+62451481110 (KANTOR SAR PALU)

+6282291999669 SAYUDI (SAR PALU)

+6285145000022 ASRUL ARIMAN (SAR PALU)

+6285299267110 AHMAD IRVAN (KOMUNIKASI PALU)

Masyarakat dapat menghubungi beberapa nomor kontak di atas untuk mencari tahu kondisi sanak keluarga yang berada di Sulawesi Tengah.

Kementerian Komunikasi dan Informasi juga telah mengirimkan 30 unit telepon satelit melalui Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI).

“Menteri Kominfo Rudiantara telah menugaskan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk mengirimkan 30 unit telepon satelit guna mendukung koordinasi penanganan bencana di Donggala dan sekitarnya,” kata Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close