NasionalTekno

Berikan Pengalaman Menginap Unik, Bobobox Integrasikan Teknologi

BTN iklan

(LEI)-Pada tanggal 27 Juli 2018, sebuah startup travel asal kota Bandung, Bobobox, baru saja meluncurkan layanannya. Bobobox adalah tempat penginapan yang memiliki konsep hotel kapsul dengan desain pod minimalis yang terletak di Jl. Pasir Kaliki, Bandung.

Pengembangan ide hotel yang dilengkapi dengan berbagai kemudahan ini berawal dari pengalaman Ahmad Qois dan Agung Mahesa yang pernah mencoba menginap di hotel kapsul. Saat itu mereka merasa hotel kapsul yang diinapi terlalu sempit. Pengunjung harus merangkak saat masuk ke dalam ‘kapsul’ yang berkapasitas satu orang saja.

Pengalaman tersebut membuat para co-founder Bobobox, Ahmad dan teman-temannya, mengembangkan ide hotel kapsul dengan desain berbeda yang terintegrasi dengan teknologi.

 Di dalam setiap pod (sebutan untuk kamar Bobobox) terdapat:
  • kasur ukuran king size
  • pendingin udara
  • tempat bekerja
  • speaker Bluetooth
  • tablet pengatur kendali
  • lampu

Pengunjung dapat mengatur semua aspek di dalam pod, mulai dari buka-tutup pintu, mengganti warna lampu, hingga mengatur volume speaker, melalui aplikasi Bobobox yang bisa diunduh melalui Google Play Store atau Apple App Store. Aplikasi tersebut juga memiliki layanan online check-in dan scan kode QR sebagai akses masuk tamu ke dalam pod.

Pengunjung dapat mengatur pod melalui tablet. Sumber: bobobox_id

Satu pod dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak. Kamu bisa melakukan pemesanan pod melalui situs web, aplikasi Bobobox, atau berbagai agen perjalanan online seperti Traveloka, Booking.com, dan Pegipegi.

Area di dalam pod. Sumber: bobobox_id

Lebih lanjut ia menjelaskan tujuan berdirinya hotel ini agar para traveler tidak sekadar nyaman saat beristirahat, tapi juga mendapatkan pengalaman unik selama menginap. Selain itu, para founder juga berharap Bobobox bisa menjadi solusi bagi traveler yang membutuhkan layanan yang efektif dan efisien dalam perjalanan. Hal ini mereka wujudkan dengan menyediakan aplikasi Bobobox yang dapat pengunjung akses melalui ponsel selama menginap di hotel tersebut.

Word-of-mouth Sebagai Strategi Pemasaran

Menurut salah satu Co-founder Bobobox, Zulfikar, hotel ini berbeda dengan para pesaingnya karena memiliki fasilitas akomodasi yang fokus dalam memberikan pengalaman baru kepada para traveler, serta inovasi fasilitas dan layanan pemesanan kamar hotel.

Saat ini, mereka masih mengutamakan strategi pemasaran word-of-mouthuntuk memasarkan layanan, serta menggunakan media sosial Instagramuntuk berinteraksi dengan para pengikut.

read also

Rencana Ekspansi dan Sistem Kerjasama

Pada tahun pertama, mereka berencana membuka cabang di sepuluh lokasi. Selain di Bandung, hotel ini akan hadir di lokasi lain seperti Jakarta, Bali, dan Tokyo. Mereka juga akan berkolaborasi dengan mitra lokal seperti pemilik ruko (rumah toko) dan hotel bujet.

Kerja sama dengan  para pemilik properti tersebut merupakan bentuk monetisasi lain dari Bobobox. Mereka menjanjikan sistem waralaba dengan tingkat investasi yang cukup menjanjikan.

Terkait rencana ekspansi tersebut, mereka melihat hotel bujet dan kapsul lain di Indonesia sebagai kompetitor. Sebelum kehadiran Bobobox , sudah ada hotel kapsul lain yang terletak di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Surabaya, dan Jakarta. Bedanya kebanyakan hotel tersebut belum terintegrasi dengan aplikasi hotel seperti Bobobox. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close