Internasional

Bersiaplah, Perang Nuklir Melawan Korea Utara Tinggal Selangkah Lagi

BTN iklan

WASHINGTON, (LEI) – Perang nuklir Korea Utara ternyata jauh lebih dekat dari yang kita bayangkan. Laksamana Amerika Serikat, Mike Mullen mengatakan bahwa dirinya tak melihat adanya solusi diplomatik sejauh ini.

Berdasarkan liputan di acara “This Week” dari ABC, Mullen memperingatkan langkah Presiden Donald Trump yang terkesan provokatif mengarah ke Kim Jong Un, yang mengindikasikan dia akan secara agresif melawan program nuklir Korea Utara.

“Perhatian saya adalah berapa lama hal ini akan berlangsung,” kata Mullen, dia menambahkan bahwa ada kemungkinan Trump tidak memedulikan nasihat para petinggi badan keamanan negara.

Kim Jong Un sendiri sudah menebar ancaman melalui pidato Tahun Baru-nya pada senin ini.

“Kami adalah negara nuklir yang menghargai perdamaian,” katanya. “Selama tidak ada agresi yang melawan kami, kami tidak akan menggunakan nuklir.”

“Amerika Serikat tidak dapat melancarkan perang melawan kami secara keseluruhan,” Kim menambahkan. “Seluruh negara Amerika Serikat ada dalam jangkauan rudal nuklir kami, tombol untuk mengaktifkan rudal itu selalu siap di meja kerja saya. Mereka harusnya mengerti bahwa ini bukan sekedar ancaman, tapi realita.”

Tahunnya Bahaya Tingkat Tinggi

Peringatan dari Mullen tadi juga didengungkan kembali oleh Anggota Dewan Amerika Serikat dari bagian Carolina Selatan, Lindsey Graham, yang mengatakan bahwa tahun 2018 ini mungkin akan menjadi tahun yang sangat berbahaya.

Awal bulan ini, Graham memprediksi bahwa ada kemungkinan sebesar 30% Trump memberi perintah untuk menyerang sedini mungkin dalam rangka mencegah Korea Utara merilis senjata nuklir mereka ke daratan Amerika Serikat.

“Saya melihat ada tiga dari sepuluh kesempatan untuk kami menggunakan opsi kekuatan militer,” kata Anggota Dewan perwakilan dari Carolina Selatan dan dikonfirmasi oleh kantor berita CNN, jika Korea Utara sudah beberapa kali uji coba bom nuklir.

“2018 akan menjadi tahun untuk menggagalkan Korea Utara menyerang negeri kami. Sangsi tidak akan pernah berjalan efektif tanpa ancaman militer. Bagaimana anda bisa mengubah seseorang yang rela mengorbankan keluarganya, menyiksa orang-orangnya hanya demi kekuasaan?”

“Satu-satunya cara mengubah sikapnya, jika dia percaya bahwa Donald Trump akan menggunakan otoritas militernya untuk menghancurkan rezim Jong Un,” Graham menambahkan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami