LiputanNasional

BI: Kepercayaan Investor Tidak Tergerus Teror

BTN iklan

JAKARTA, 14/5 (LEI) – Bank Indonesia menyatakan optimistis bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik masih terjaga dan tidak akan tergerus dengan rentetan aksi teror bom dalam beberapa waktu terakhir.

“Kepercayaan investor kami lihat masih tetap terjaga. Bank Sentral mendukung aparat hukum dan keamanan dalam menangani masalah keamanan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman saat berbincang dengan Antara di Jakarta, Senin.

Bank Sentral juga mendorong aparat penegak hukum untuk memulihkan stabilitas keamanan agar tidak memberikan dampak lanjutan terhadap stabilitas perekonomian.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai beberapa serangan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5), memberikan sentimen terhadap pelemahan rupiah Senin ini. Namun dampaknya masih terbatas.

Nlai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Senin pagi memang sempat melemah 25 poin menjadi Rp13.968 dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp13.943 per dolar AS.

Dia mengatakan investor pada perdagangan Senin ini terpengaruh ekspektasi inflasi di Amerika Serikat yang rendah menyusul data impor pada April di bawah ekspektasi. Sentimen itu menahan penguatan dolar AS lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, US Treasury Bill, yang turun menjadi 2,97 persen juga, ujar dia, menahan pergerakan dolar AS.

Salah satu faktor yang menjaga nilai tukar rupiah, yakni sinyal kuat akan dinaikkan tingkat suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) dalam waktu dekat.

“Pergerakan nilai tukar rupiah relatif masih stabil terhadap dolar AS,” katanya.

Otoritas Bursa juga mengimbau investor untuk tidak terpengaruh aksi teror dan lebih melihat kondisi fundamental perekonomian domestik yang terus membaik.

“Kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.

Dia mencontohkan dampak pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Pada saat terjadinya teror itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 77,86 poin atau 1,72 persen di level 4.459,32 poin.

Namun, lanjut dia, koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen.

“Itu menunjukkan investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi,” paparnya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

6 Comments

  1. Thanks for some other magnificent article. The
    place else could anyone get that kind of info in such a perfect method of writing?
    I’ve a presentation subsequent week, and I’m on the look for such info.

  2. I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed
    about my difficulty. You are incredible! Thanks!

  3. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each
    time a comment is added I get several e-mails with the
    same comment. Is there any way you can remove people
    from that service? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close