Internasional

BI Perkirakan Inflasi November 0,39 Persen

BTN iklan

Jakarta/Lei- Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi hingga pekan ketiga November 2016 sebesar 0,39 persen, dipicu tekanan yang timbul dari harga pangan strategis.

“Harga-harga pangan strategis khususnya cabai dan bawang menyebabkan tekanan inflasi yang cukup tinggi,” ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat.

Tingginya harga pangan strategis disebabkan kondisi umum yakni fenomena cuaca La Nina dimana curah hujan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal, sehingga berdampak pada produktivitas pangan.

Sementara kondisi khusus antara lain virus kuning yang menyebabkan banyak tanaman cabai gagal panen sehingga ketersediaan cabai di pasar menjadi terbatas.

BI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk menjaga laju inflasi agar tidak terus merambat naik.

Secara umum BI memprediksi inflasi sepanjang 2016 akan berada di kisaran 3-3,2 persen (year on year/yoy), atau lebih rendah dibanding 2015 sebesar 3,35 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memproyeksikan tingkat inflasi pada akhir tahun bisa berada di bawah 3,0 persen, setelah laju inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2016 baru tercatat mencapai 2,11 persen.

Darmin menjelaskan rendahnya pencapaian inflasi hingga Oktober 2016 telah memperlihatkan upaya pemerintah yang berhasil menekan harga kebutuhan pangan dengan menyiagakan pasokan bahan makanan.

Hal itu, menurut Darmin, terlihat dari kelompok bahan makanan yang justru menyumbang deflasi, karena harga komoditas pangan mengalami penurunan, meski pada Oktober 2016 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen.

“Semakin jelas bahwa kita bisa mengendalikan inflasi pada tahun ini dengan baik,” ujarnya.

Perlihatkan Lebih

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami