Hukum

BKPM Perbaiki Kemudahan Berusaha di Indonesia

BTN iklan

Jakarta/Lei – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan langkah aktif melalui kegiatan dialog untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka memperbaiki kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) dan menggairahkan iklim investasi di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani berharap kegiatan dialog tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kemudahan berusaha di Indonesia tetapi juga untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan EODB Indonesia.

“Momentum ini kami harap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan masukan dan saran kepada pemerintah untuk meningkatkan perbaikan dalam kemudahan berusaha,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Dialog “Ease of Doing Business-Policy Dialogue Series” bertajuk “Dampak Positif Perbaikan Ease of Doing Business” yang digelar di Surabaya, terselenggara atas kerja sama antara BKPM dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Government (AIPEG) dan Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya.

Hadir dalam dialog tersebut diantaranya Kepala BKPPM Surabaya Eko Agus Supiadi, International Doing Business Adviser AIPEG Vera Kobalia dan Vice President Central Institute for Economic Management – Vietnam Phan Duc Hieu serta para peserta/pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan Surabaya serta kontributor Survei Doing Business di Surabaya.

Farah menjelaskan dialog kebijakan tersebut akan lebih menitikberatkan pada perbaikan kemudahan berusaha pada indikator Memulai Usaha atau “Starting a Business”.

“Mengingat indikator ‘Starting a Business’ masih berada pada peringkat 151, maka koordinasi perbaikan yang lebih intensif pada indikator ini dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait termasuk daerah merupakan salah satu faktor yang substansial,” lanjutnya.

Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa untuk perbaikan ke depan, diharapkan kementerian dan lembaga terkait dapat bersama-sama mensosialisasikan berbagai perbaikan kemudahan berusaha yang telah dicapai, sehingga dapat mengubah persepsi dunia internasional terhadap kemajuan Indonesia.

“Persepsi yang positif terhadap Indonesia tentunya dapat berkontribusi positif terhadap peran aktif pemerintah dalam mendorong arus penanaman modal ke Indonesia,” katanya.

Indonesia menempati peringkat 114 dalam laporan EODB 2015 dan mengalami perbaikan ke peringkat 109 dalam laporan EODB 2016, yang kemudian dikoreksi menjadi 106, dan saat ini dalam laporan EODB 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-91 atau naik 15 peringkat dari tahun sebelumnya.

Dalam laporan teranyar survei tahunan Bank Dunia itu, Indonesia juga masuk ke dalam “Top Reformer” dengan melakukan perubahan signifikan pada tujuh dari 10 indikator penilaian, yang berkontribusi terhadap lonjakan kenaikan sebanyak 15 peringkat dalam waktu hanya satu tahun.

Kenaikan 15 peringkat dalam satu tahun sendiri merupakan lonjakan terbesar dalam sejarah indeks EoDB.

Perlihatkan Lebih

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami