BTN iklan
Internasional

Blogger Anti Korupsi Eropa Tewas Karena Mobilnya Dipasang Bom

MALTA, (LEI) – Seorang blogger sekaligus jurnalis ternama di wilayah Eropa Selatan terutama di Malta, Daphne Caruana Galizia tewas akibat serangan bom. Mobil jurnalis investigasi wanita berusia 53 tahun itu diketahui dipasangi bom oleh orang tak dikenal ketika ia tengah berkendara.

Selama karirnya menjadi jurnalis, Galizia juga mengelolah sebuah halaman blog yang sangat populer. Blog tersebut diketahui secara khusus menyoroti dugaan kasus korupsi tingkat tinggi yang menargetkan beberapa politisi Malta terkemuka dari berbagai partai.

“Saat ini penjahat ada di mana pun sepanjang mata melihat. Situasi sekarang ini sangat menyedihkan,” tulis Galizia dalam blog pribadinya setengah jam sebelum ia tewas akibat serangan bom.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Caruana Galizia baru saja meninggalkan rumahnya dan berada di sebuah jalan di dekat Desa Bidnija di utara Malta ketika bom meledak dari mobilnya. Akibat ledakan tersebut, Galizia tewas seketika dan mobilnya terlempar ke sebuah lapangan di pinggir jalan.

Kematian Galizia ini telah memicu kecaman dari banyak pihak termasik Perdana Menteri Maltese Joseph Muscat. PM Muscat menyebut, pembunuhan terhadap Galizia adalah “serangan barbar terhadap kebebasan pers”. Ia juga mengumumkan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) AS telah sepakat untuk membantu polisi setempat menyelidiki pembunuhan tersebut.

“Saya tidak akan beristirahat sampai saya melihat keadilan dilakukan dalam kasus ini,” tegas PM Muscat sebagaimana dikutip dari Strait Times, Selasa (17/10/2017).

PM Muscat sendiri pada dasarnya tak lepas dari kritik yang dilontarkan Galizia. Ia bahkan sempar menggugat Gazilia pada awal tahun ini dan menuding perempuan itu telah menfitnahnya melalui tulisan.

“Semua orang tahu bahwa Caruana Galizia adalah kritikus yang keras terhadap saya, baik secara politik maupun pribadi, tapi tidak ada yang bisa membenarkan tindakan biadab ini dengan cara apa pun,” imbuh PM Muscat.

Sebelumnya, sekira 2 pekan lalu, Gazilia sempat datang ke kantor polisi dan melaporkan bahwa dirinya tengah menerima sejumlah ancaman dari pihak-pihak misterius. Namun, sebelum kasus ini terungkap, Galizia telah terlebih dulu meninggal dunia. Kepala oposisi Malta, Adrian Delia menyebut, bahwa perempuan itu adalah korban pembunuhan politik. [okezone]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close