HukumLiputan

BNN DIY: Puluhan Orang Meninggal Karena Narkoba

BTN iklan

BANTUL, 13/4 (LEI) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan setiap hari ada puluhan orang di Indonesia meninggal karena penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya/terlarang (narkoba).

“Setiap hari, ada 40 sampai 50 orang di Indonesia meninggal dunia karena narkoba,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Brigjen Pol Triwarno Atmojo dalam peluncuran BNN Kabupaten (BNNK) Bantul di Pendopo Parasamya Bantul, Jumat.

Bahkan, kata dia, kerugian ekonomi sepanjang tahun 2017 mencapai sekitar Rp800 triliun. Jumlah itu merupakan uang yang dibelanjakan untuk membeli narkoba. Berdasar kondisi itu, lanjut dia, pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba harus terus digencarkan.

Menurut dia, ditinjau dari sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara meliputi segi ekonomi, sosial, politik, ekonomi, budaya maupun pertahanan dan keamanan, narkoba salah satu ancaman yang sangat membahayakan bangsa.

“Situasi Indonesia saat ini dalam status ‘Darurat Narkoba’. Darurat Narkoba ini saya kutip dari pernyataan Presiden pada saat rapat terbatas tentang hukum dan HAM. Untuk itu, kita harus bersama-sama perang terhadap narkoba,” katanya.

Triwarno menjelaskan ancaman yang demikian nyata dan membahayakan ternyata mampu dijawab dan ditindaklanjuti Bupati Bantul dengan membentuk BNN Kabupaten Bantul yang keputusannya sudah disepakati Kepala BNN pada Februari 2018.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Bupati Bantul yang membentuk BNNK Bantul, karena kepedulian dan kemengertian bahaya dan ancaman narkoba bagi bangsa ini,” katanya.

Brigjen Pol Triwarno melanjutkan pembentukan BNNK merupakan salah satu tindak lanjut dari Instruksi Presiden bahwa Indonesia Darurat Narkoba dan telah dilaksanakan oleh Bupati Bantul.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap Kabupaten Bantul yang sudah memiliki BNN nantinya bisa menjadi kabupaten yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan dapat dicontoh oleh kabupaten lain di seluruh Indonesia. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami