Liputan

BNN Sita Aset Rp 1,2 Milyar dari Kasus Truk Sayur Berisi Sabu

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan pengiriman 36,47 kilogram sabu-sabu dari Aceh ke Jakarta di wilayah Merak, Banten. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (25/5/2019). Dari penangkapan ini, dua pelaku diamankan berinisial RID dan RA.

Berdasarkan hasil pengembangan kasus penyelundupan 35 bungkus sabu di dinding truk sayur, total aset para tersangka yang diamankan sebesar Rp 1,2 miliar.

“Adapun total aset yang sudah diamankan kurang lebih Rp 1,2 miliar,” ungkap Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/6/2019).

Menurut Arman, berdasarkan hasil pengembangan, beberapa aset para tersangka selama menjalankan bisnis haram sudah diamankan.

“Asetnya sudah kita amankan,” ungkap Arman.

Berikut Aset Para Tersangka yang Sudah Diamankan BNN;

1. Mobil Mitsubshi Pajero Sport Tahun 2018, beserta 1 (satu) lembar STNK. atas nama CV. KARYA AGUNG KENCANA. Estimasi harga saat ini Rp 450 juta.

2. Mobil Mitsubshi Expander Tahun 2018 Warna Putih beserta 1 (satu) lembar STNK. Estimasi harga saat ini Rp 250 juta.

3. Uang Tunai Rp 268, 5 juta, 7 buku rekening bank.

3. Mobil Honda HRV Warna Silver yang baru di DP Rp 75 juta .

4. Rumah yang ditempati di Jalan Hamzah Fanzuri Tj. Putus Jabel, Langsa adalah tanah garapan yang tidak memiliki sertifikat .

5. Spm. Yamaha N-Max yang dibeli secara kredit.

6. 3 Buku Rekening Bank dengan estimasi aset Rp 240 juta. [JPNN]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Komentar

  1. 450176 88385Today, I went to the beach front with my children. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She never wants to go back! LoL I know this is entirely off topic but I had to tell someone! 475967

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami