AdsLifestyleLiputan

Boba di Masa Pandemi, Yuk lihat bagaimana Strateginya bertahan dimasa Pandemi !!

Strategi Boba dimasa Pandemi

BTN iklan

LEI, Jakarta- Minuman berbahan dasar teh dan susu atau biasa disebut milk tea sedang banyak digandrungi orang di Indonesia. Salah satu hal yang membuat minuman ini terkenal adalah topping yang ada dan paling terkenal di kalangan masyarakat, yaitu boba.
Taukah kalian bahwa Boba berasal dari negara mana ? Boba atau bubberl merupakan salah satu makanan dari Taiwan.

Boba terbuat dari tepung tapioka alias singkong. Pada zaman dulu, para imigran Tiongkok yang datang ke Taiwan mendirikan kedai teh yang coba manyajikan teh dingin dengan memasukan bola-bola tapioka kedalam minuman.

Minuman ini sudah ada sejak dulu di Taiwan, yaitu Pada 1980 adalah awal kemunculan dari minuman bubble tea di Taiwan. lalu menyebar hingga ke Cina dan membuat pedagang Cina juga menjual minuman itu di Indonesia.

Boba yang sekarang sedang hype salah satunya adalah Xing Fu Tang, dengan menu andalan adalah brown sugar. Xing Fu Tang merupakan salah satu merek minuman boba populer dari Taiwan. Saking istimewanya, gerai Xing Fu Tang di berbagai daerah selalu dipadati antrean pembeli. Boba ala Xing Fu Tang ini dibuat dari bahan alami seperti campuran tepung tapioka, brown sugar, dan juga air hangat. Menariknya, boba yang mereka sajikan ternyata selalu fresh karena diolah langsung dari masing-masing gerai.

Bisnis boba di masa pandemi ini juga salah satu yang terdampak pada virus Covid-19. selama masa pandemi Covid-19, apalagi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), penjualan minuman di Xing Fu Tang tergerus amat dalam. Menurut Vancelia, penurunan penjualannya hingga 90%. “Selama PSBB, gerai minuman kami sempat tutup, dan saat kembali buka, penurunannya mencapai 90%,” katanya kepada KONTAN, Jumat (12/6).

Nah, saat mulai beroperasi inilah, Vancelia menerangkan pihaknya mulai menerapkan strategi yang sudah banyak pebisnis lakoni, terutama kalangan pelaku UMKM makanan dan minuman. Di masa pandemi virus korona baru, penjualan Xing Fu Tang mulai mengandalkan pemesanan secara digital, lantas layanan take away dan lainnya. Hasilnya, tergolong lumayan. Lambat laun, penjualan Xing Fu Tang mulai merangkak naik hingga 40% dari sebelumnya.

Dengan strategi penjualan tersebut dan tambahan menu anyar, Vancelia berharap, penjualan di gerai Xing Fu Tang bisa berangsur pulih. “Target kami, selama pandemi ini bisa recovery 50%,” ujar Vancelia.

Selama satu tahun beroperasi, Vancelia menyebutkan, pihaknya sudah menjual dua juta cup minuman. Melihat hasil yang apik tersebut, tahun ini Xing Fu Tang berencana menambah 10 gerai lagi di lima kota, yaitu Batam, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, dan Bali.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami