Ekonomi

Bos Pertamina: Perlu Kepastian Hukum biar EBT Bisa Jalan

BTN iklan

LEI, Jakarta- Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah tengah merancang Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT). Bahkan, Rancangan UU EBT ini ditargetkan bisa tuntas tahun ini karena masuknya RUU EBT sebagai program legislasi nasional (Prolegnas) 2021 DPR.
Rancangan UU EBT ini dinantikan berbagai pemangku kepentingan, terutama pelaku usaha. PT Pertamina (Persero) pun mengungkapkan tengah menunggu tuntasnya RUU EBT ini, sehingga pengembangan EBT di Tanah Air akan ada kepastian hukum dan bisa berjalan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kepastian hukum ini diperlukan agar transisi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Tanah Air bisa berjalan. Pada akhirnya, target EBT nantinya bisa tercapai.

“Kalau belum ada kepastian hukum, tidak akan beranjak ke mana-mana ini EBT,” ungkapnya dalam acara dalam CNBC Indonesia Energy Conference: Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan, Senin (26/04/2021).

Dia menilai, adanya kepastian regulasi terkait EBT nantinya bisa membuat pelaku usaha mengembangkan aset dan sumber daya yang ada saat ini. Apalagi, lanjutnya, untuk transisi energi memerlukan waktu, tidak bisa secepat “membalikkan telapak tangan”.

“Kuncinya di regulasi, kesempatan inovasi kunci dekarbonisasi,” ujarnya.

Selain itu, dia pun menilai bahwa pemerintah daerah juga harus dilibatkan dalam proses perencanaan pengembangan EBT, sehingga semua aset yang ada di setiap daerah juga bisa dioptimalkan untuk menciptakan kemandirian energi.

“Lalu juga perlu ada digitalisasi dan teknologi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dia sempat menuturkan bahwa pentingnya menghilangkan egosentris dari masing-masing lembaga dan pemangku kepentingan agar target EBT bisa tercapai.

“Kalau memandang green energy harus dicapai bersama, maka ego sentris dari masing-masing fungsi harus disingkirkan agar target EBT bisa tercapai,” ungkapnya dalam acara yang sama.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami