BTN ads
Liputan

BPIH Naik, Pelayanan Harus Ditingkatkan

JAKARTA (LEI)-  Anggota Komisi VIII DPR RI H Abdul Halim meminta pemerintah meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji, sebagai ikutan dari kebijakan kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada musim haji tahun 2018.

Menurut Halim, paling tidak ada tiga faktor yang membuat BPIH menjadi naik yaitu Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar lima persen terhadap jamaah haji, adanya kenaikan biaya aftur atau bahan bakar pesawat menyusul naiknya harga minyak dunia.

Faktor ketiga yaitu biaya peningkatan kualitas pelayanan yang dibayar melalui dana optimalisasi atau “indirect cost”, misalnya penambahan frekuensi makan di Mekkah dan fasilitas bus.

Menurut Halim, adanya ketiga variabel utama tersebut, Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama menyepakti kenaikan BPIH tahun 2018 rata-rata sebesar Rp345.290 per jamaah haji.

Sebelumnya, Kementerian Agama dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut mengusulkan kenaikan BPIH tahun 2018 sebesar Rp900.061 per jamaah haji.

Politisi PPP itu menambahkan, dengan adanya kenaikan BPIH 0,9 persen atau Rp345.290, maka BPIH rata-rata tahun 2018 naik dari Rp34.890.312 pada 2017 menjadi Rp35.235.602 pada 2018.

Abdul Halim mengusulkan, adanya kenaikan BPIH ini hendaknya juga dapat diikuti dengan perbaikan pelayanan haji lainnya seperti, prioritas untuk calon jemaah haji lanjut usia (lansia).

Halim juga mengusulkan, agar Kementerian Agama dapat mengganti calon jemaah haji yang meninggal dunia dengan anggota keluarganya, bukan melimpahkan pada jemaah haji nomor berikutnya.

Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close