Finansial

BTN Raih laba hingga 16 Triliun

BTN iklan

Jakarta/lei – BTN mencatat laba bersih Rp 1,6 triliun atau tumbuh 32,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,2 triliun. “Pertumbuhan laba ini berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih dan perolehan fee based income,” kata Dirut BTN Maryono saat paparan kinerja BTN di Jakarta, Senin sore (24/10).

Maryono mengatakan, BTN membukukan asset sebesar Rp 197,3 triliun atau tumbuh 18,8 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 166 triliun. Realitas tersebut, kata Maryono, di atas rata-rata pertumbuhan industri, dimana asset hanya tumbuh 6,2 persen. Kredit dan pembiayaan tumbuh 16,9 persen dari Rp 131,6 triliun tahun lalu menjadi Rp 153,8 triliun per 30 September.

Menyinggung dana pihak ketiga, Maryono mengungkapkan, tumbuh 18,5 persen dari Rp 124,5 triliun tahun lalu menjadi Rp 147,5 triliun tahun ini. “Pertumbuhan DPK tertinggi berasal daei produk giro,” kata Maryono.

Sementara, BTN mencatatkan pendapatan bunga (interest income) triwulan ketiga tahun ini sebesar Rp 12,8 triliun atau tumbuh 12,8 persen dari posisi yang sama sebesar Rp 11,4 triliun. Sedangkan Net Interest Income perseroan berada pada 3,60 persen atau turun dari NPL posisi yang sama tahun lalu sebesar 4,50 persen.

Dalam kesempatan tesebut, Maryono menegaskan, BTN tetap komsiaten terhadap core businessnya dalam bidang pembiayaan perumahan. Hal ini dapat dilihat dari penguasaan pangsa pasar sebesar 32,8 persen per Juli lalu, serta porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 91 persen atau sebesar Rp 140,1 triliun dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 153,8 triliun. Sedangkan sisanya sebesar 9 persen atau sebesar Rp 13,7 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Dari total kredit yang disalurkan ke sektor perumahan tersebut, kata Maryono, sebesar 33,0 persen atau sebesar Rp 52,3 triliun disalurkan untuk KPR subsidi. Sementara sebesar Rp 58,6 triliun atau sekitar 38,1 persen disalurkan untuk KPR non subsidi. Sisanya disalurkan untuk pembiayaan terkiat perumahan sebesar Rp 8,7 triliun dan kredit konstruksi sebesar Tp 20,6 triliun.

Terkait dengan program sejuta rumah, Maryono mengungkapkan, BTN telah merealisasikan kredit sebesar Rp 49,7 triliun, dengan jumlah pembiayaan KPR dan penyediaan kredit konstruksi sebanyak 467.153 unit rumah. “Sampai akhir tahun, BTN optimis akan dapat memenuhi target 570.000 unit rumah,” paparnya

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close