Buddy Guard — Aplikasi Tombol Darurat dan Siskamling Digital untuk Masyarakat Modern – Legal Era Indonesia
Nasional

Buddy Guard — Aplikasi Tombol Darurat dan Siskamling Digital untuk Masyarakat Modern

Bagikan ke:

Lei-Kriminalitas merupakan problem yang hampir tak dapat dipisahkan dari kehidupan kota-kota besar di Indonesia. Jika kamu mengikuti perkembangan berita kriminal di sejumlah media, kamu mungkin jadi khawatir tindak kejahatan bisa terjadi kapan pun dan di mana pun tanpa diduga sebelumnya.

Dengan tujuan memberi pengamanan personal untuk menghadapi situasi yang tak dinginkan, sebuah startup bernama Buddy Guard hadir menawarkan aplikasi keamanan berlapis yang dapat dipakai di momen-momen genting.

Konsep aplikasi semacam ini bukanlah sesuatu yang baru diperkenalkan di Indonesia. Namun dalam praktiknya, belum banyak yang mengeksplorasi manfaat lain yang bisa diberikan oleh aplikasi pengamanan personal semacam ini.

Dengan keberadaan peluang yang bisa digali dari ranah pengamanan personal, Buddy Guard hadir dengan tekad mendigitalkan peran  kegotongroyongan ala siskamling di lingkungan perkotaan yang cenderung individualis.

Terinspirasi dari kasus Pulomas

CEO sekaligus Founder Buddy Guard, Fardhan Muhammad, mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan yang terjadi dalam sebuah rumah mewah di kawasan Pulomas, Jakarta Utara, merupakan peristiwa yang menginspirasi pembuatan salah satu fitur aplikasi BuddyGuard.

Melihat masalah yang cukup rentan menyangkut keselamatan personal, pria pengusaha yang juga menekuni dunia akting ini mempertimbangkan sebuah ide tentang aplikasi mobile yang tak hanya memberikan akses ke layanan darurat, tetapi juga saling menghubungkan sesama penggunanya dalam satu platform.

Di samping memanfaatkan kebiasaan masyarakat perkotaan yang makin tak dapat dipisahkan dari penggunaan smartphone, pengerjaan fitur-fitur di dalam aplikasi Buddy Guard juga didorong alasan lain seperti pengalaman dari rekan-rekan Fardhan.

“Seorang teman yang bersekolah di Amerika pernah bercerita tentang betapa cepatnya respons nomor darurat di sana. Meski belum sempat melaporkan secara detail, namun lima belas menit kemudian, mobil polisi, ambulans, dan pemadam kebakaran telah hadir untuk merespons panggilan darurat,” ujar Fardhan.

Dari cerita pengalaman tersebut, Fardhan berpikir bagaimana jika ia membuat sebuah aplikasi yang bisa menanggapi respons darurat dengan cepat di Indonesia, namun dengan fokus dari pengguna ke pengguna lainnya. id.techinasia

 

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top