HukumPailit

Bumi Asih Jaya Melawan OJK

BTN iklan

Jakarta, LEI – PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (dalam pailit) tidak akan mundur dalam melawan Otoritas Jasa Keuangan atas dugaan perbuatan melawan hukum.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa hukum PT Asuransi Bumi Asih Jaya Poltak Hutadjulu, setelah permohonan tim kurator untuk terlibat sebagai tergugat intervensi ditolak oleh majelis hakim.

Perusahaan asuransi yang berdiri sejak 1967 ini menyambut baik ditolaknya permohonan kurator sebagai tergugat intervensi. Dengan demikian, perkara pidana antara Bumi Asih (penggugat) dan OJK (tergugat) dilanjutkan tanpa adanya pihak lain yang mengintervensi.

Menurut Poltak, Bumi Asih berhak menggugat OJK tanpa izin dari kurator dan hakim pengawas.

Pasalnya, gugatan ke OJK tersebut merupakan rangkaian peristiwa yang dianggap merugikan Bumi Asih jauh sebelum perusahaan pailit. Dengan demikian, kurator belum melakukan tugasnya.

“Sudah benar kalau permohonan kurator ditolak karena memang tidak berkepentingan dalam perkara ini,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (8/2).

Oleh sebab itu, dia meminta OJK mengakui kelalaiannya dan membayar ganti rugi terhadap Bumi Asih. Dua poin tersebut, tegas Poltak, nantinya akan dibawa dalam mediasi antara penggugat dan tergugat.

Gugatan dilayangkan kepada OJK lantaran Asuransi Bumi Asih tidak terima izin usahanya dicabut dan dipailitkan. OJK dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Dalam petitumnya, penggugat meminta majelis hakim menghukum tergugat membayar ganti rugi materiel dan imateriel senilai Rp5,4 triliun. Kerugian itu didasarkan pada hilangnya pendapatan dan kandasnya potensi investasi.

Untuk diketahui, permohonan tim kurator untuk terlibat sebagai tergugat intervensi perkara debiturnya Asuransi Bumi Asih Jaya ditolak oleh majelis hakim. Padahal, Asuransi Bumi Asih Jaya kini di bawah pengelolaan lima orang kurator sejak diputus pailit pada 18 Agustus 2015.

Ketua majelis hakim Wiwik Suhartono mengatakan, terdapat tiga pertimbangan untuk menolak permohonan kurator untuk menjadi tergugat intervensi.

Pertama, permohonan yang diajukan kurator bertentangan dengan hukum acara. Pasalnya, dalam permohonannya, kurator meminta agar perkara dihentikan. Menurut majelis, permintaan tersebut melebihi kewenangan penggugat.

Kedua, kurator dalam dalil permohonannya tidak menyebutkan adanya izin dari hakim pengawas kepailitan. Hal ini dinilai melanggar Pasal 69 ayat (5) UU No.37/2004 yang menyebutkan untuk menghadap sidang di pengadilan, kurator harus terlebih dahulu mendapat izin dari hakim pengawas.

Ketiga, majelis berpendapat kurator tidak memiliki kepentingan apapun dalam perkara perbuatan melawan hukum yang diajukan PT Asuransi Bumi Asih Jaya terhadap OJK.

Dengan demikian, perkara dilanjutkan dengan agenda mediasi kedua belah pihak dalam waktu dekat. Majelis hakim menunjuk hakim mediator untuk mengawasi jalannya mediasi.

Di sisi lain, tim kurator mengaku kecewa permohonannya untuk masuk sebagai pihak dalam perkara Asuransi Bumi Asih Jaya melawan OJK ditolak majelis hakim.

“Kami sangat menyayangkan putusan sela ini karena kami justru pihak yang berkepentingan,” kata Kuasa hukum Tim Kurator Johny Sibarani kepada Bisnis, Kamis (8/2).

Tim kurator kepailitan Bumi Asih merasa berhak terlibat dalam perkara perdata No.643/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Pst. Lima kurator ini terdiri dari Isak Rifai Sauqori, Yanto Aprianto, Agus Dwi Warsono, Jo Wendy Suyoto, dan Kevin Satriawan Tandra.

Johny menjelaskan, kurator merupakan pihak yang berwenang atas tindakan hukum yang dilakukan oleh Bumi Asih.

Menurut hukum, lanjut dia, perusahaan yang sudah pailit tidak memiliki kendali apapun atas tindakan operasional dan nonoperasional. Seluruh aksi korporasi hanya dapat dilakukan melalui kurator. Hal ini tercantum dalam Pasal 16 ayat (1) UU No.37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

“Kami akan mengupayakan langkah hukum lainnya agar gugatan Bumi Asih kepada OJK dihentikan,” tuturnya.

Johny menuturkan, tindakan Bumi Asih di luar sepengetahuan kurator tersebut cukup menghambat proses kepailitan yang masih berlangsung.

Apalagi, tugas kurator diklaim sangat berat mengingat terdapat 30.000 kreditur dengan tagihan mencapai Rp1,2 triliun.

“Saya mau jelaskan bahwa perusahaan ini sudah pailit. Dan, yang berhak melakukan tindakan hukum hanyalah kurator,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta Bumi Asih dan direksinya untuk kooperatif dalam proses kepailitan, mengingat masih ada kreditur yang belum dibayarkan piutangnya karena menunggu hasil lelang aset.

Menurut Johny, tim kurator telah membagikan hasil penjualan budel pailit dalam beberapa tahap ke kreditur. Namun, dia tidak tahu pasti berapa jumlah pembagian di setiap tahapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, kurator telah membagikan Rp50 miliar secara pro-rata kepada seluruh pemegang polis pada tahap pertama September 2016.

Dana itu dibagikan kepada 29.000 pemegang polis dan kantor pajak yang memiliki tagihan Rp37 miliar. Adapun, tagihan seluruh pemegang polis sendiri mencapai Rp1,2 triliun.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

6 Comments

  1. Will I be paid weekly or monthly? celexa manufacturer coupon Not all of the women had been picked by love-hunters. A few, such as Ruby, were there on the prowl themselves. A so-called “jade princess” (the term for women who have been successful in the jade industry), Ruby runs a family business in southern China and doesn’t quite have the model-like features of the other women taking part in the weekend: a little softer around the tummy, her eyebrows a tad overplucked. At 28, she is considered to be a sheng nu or “leftover woman”, a derogatory term used for unmarried women who are 27 and older.

  2. Amoxicillin Liquid No Prescription [url=//drugs2k.net]cialis tablets for sale[/url] Buy Propecia Canada Whare Can I Get Cialis No Prescription Vente Cialis Generique Ligne

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami