Liputan

Bumi Asih Tak Kooperatif Dalam Proses Kepailitan

BTN iklan

JAKARTA — Tim kurator PT Asuransi Bumi Asih Jaya memutuskan untuk menerima seluruh tagihan kreditur senilai Rp800 miliar setelah debitur tidak hadir dalam rapat praverifikasi.

Salah satu kurator PT Asuransi Bumi Asih Jaya Lukman Sembada mengatakan debitur bersikap tidak kooperatif dalam proses kepailitan. Rapat praverifikasi tagihan yang dilaksanakan pekan lalu tanpa dihadiri debitur maupun kuasa hukumnya.

“Hingga saat ini, total tagihan yang terdaftar mencapai Rp800 miliar berasal dari 30.000 kreditur dengan sifat konkuren,” kata Lukman, Rabu (12/10).

Padahal, lanjutnya, tim kurator mengaku sudah mengundang debitur secara layak dan patut baik melalui surat maupun surat elektronik. Sikap tersebut berisiko merugikan debitur sendiri karena tidak menggunakan haknya untuk membantah tagihan kreditur.

Lukman mengambil sikap untuk menerima seluruh tagihan kreditur yang telah dilengkapi dengan bukti dokumen yang sesuai. Sikap tersebut diambil agar proses kepailitan bisa segera rampung dan tidak berlarut-larut.

Dia menuturkan belum ada kreditur pemegang hak jaminan kebendaan atau separatis yang mengajukan tagihan. Adapun, klaim pemegang polis biasanya diajukan secara kolektif melalui lembaga keuangan maupun perorangan.

Mayoritas kreditur tersebut merupakan pemegang polis asuransi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, meskipun ada tagihan kantor pajak senilai Rp10 miliar. Kreditur dengan jumlah terbanyak berasal dari Makassar, Bali, dan Lombok.

Terkait dengan tindakan inventarisasi aset, pihaknya mengaku menemukan sejumlah tanah dan bangunan ruko yang telah dijual debitur sebelum dan setelah berstatus pailit. Aset tersebut terlatak di Tegal, Indramayu, Malang, Madiun, Kediri, dan Palembang.

Lukman berencana mengajukan gugatan actio pauliana melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Terhitung, aset terjual berupa sembilan unit ruko dan satu hotel dengan nilai pasar lebih dari Rp22 miliar.

Aset lain yang telah berhasil diamankan yakni sebidang tanah di Jonggol, Bogor dan kantor pusat debitur yang berada di Matraman, Jakarta Timur. Selain itu, masih menunggu hasil rapat umum pemegang saham PT Puri Insan Asih (PIA) dan PT BPR Nusantara Bona Pasogit (NBP).

Debitur, lanjutnya, memiliki saham dengan PIA terkait usaha perhotelan, tetapi belum diketahui pasti besar modal yang sebelumnya ditanam. Ditaksir kepemilikan saham debitur berkisar antara 50% hingga 75%.

Tim kurator belum melakukan penaksiran (appraisal) aset karena belum mendapatkan penetapan insolvensi dari hakim pengawas. Insolvensi bisa secara langsung ditetapkan jika debitur tidak mengajukan proposal perdamaian terkait penyelesaian utang dan melewati proses pencocokan piutang.

Rapat kreditur dengan agenda verifikasi tagihan akan dilaksanakan pada 15 November 2016.

Di sisi lain, lanjutnya, permohonan peninjauan kembali yang diajukan debitur telah dinyatakan tidak diterima (niet ontvantkelijk verklaard/NO). Akan tetapi, dirinya belum mendapatkan salinan putusannya.

“Debitur mau tidak mau harus menghadapi proses kepailitan secara kooperatif, mereka harus menerimanya,” ujarnya. Dengan demikian, upaya debitur untuk mempertahankan asetnya gugur.

PUTUSAN PK

Secara terpisah, kuasa hukum debitur Sabas Sinaga mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait dengan putusan permohonan PK. Dirinya meminta tim kurator untuk bersabar hingga adanya salinan putusan resmi.

“Kita tunggu dulu putusan resminya,” ujar Sabas melalui pesan singkat kepada Bisnis.

Debitur mengajukan upaya hukum PK atas putusan Mahkamah Agung No. 408K/Pdt.Sus-Pailit/2015 jo. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No. 4/Pdt.Sus/Pailit/2015/PN. Niaga.Jkt.Pst.

Pada 28 September, majelis hakim agung MA yang terdiri atas Hamdi, Zahrul Rabain, dan Soltoni Mohdally menyatakan tidak dapat menerima permohonan yang diajukan Bumi Asih Jaya dengan termohon dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

Perkara PK yang terdaftar dengan register 101 PK/Pdt.Sus-Pailit/2016 itu masuk MA pada 6 September dan didistribusikan ke majelis hakim agung pada 13 September. (Bisnis Indonesia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

7 Comments

  1. Hello, I think your web site could possibly be having internet browser compatibility problems.
    When I look at your web site in Safari, it looks fine however, when opening
    in IE, it has some overlapping issues. I simply wanted to provide you with a quick heads up!
    Besides that, fantastic blog!

  2. Tremendous things here. I’m very happy to look your post.
    Thank you a lot and I’m having a look ahead to touch you.
    Will you please drop me a e-mail?

  3. always i used to read smaller content which as well clear their motive,
    and that is also happening with this piece of writing which I am reading at this place.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close